Seniman Kolaborator Gong ex Machina

Kali ini Teater Garasi akan memperkenalkan pengarah teknis tata suara (technical sound director) 3D Immersive dalam pertunjukan Gong ex Machina, yaitu Tetsushi Hirai.

Tetsushi Hirai adalah perancang sistem suara dan audiovisual di berbagai bidang hiburan dan seni seperti perencanaan sistem suara untuk teater kabuki di Osaka, Fukuoka, Kyoto, National Theater dan NHK di Tokyo.

Ia memimpin perancangan untuk 22.2ch surround system dalam siaran audiovisual seperti NHK, olimpiade Rio de Janeiro dan olimpiade PyeongChang pada tahun 2018.

Saat ini Hirai bertanggung jawab atas produksi artistik lewat penggunaan surround sound system dan bekerja sebagai direktur sistem suara 3D untuk Marginal Gongs (diinisiasi oleh Yasuhiro Morinaga).

Hirai juga menjabat sebagai wakil presiden bidang audiovisual untuk JATET, Theater and Entertainment Technology Association Japan.

Penasaran bagaimana rasanya “dikepung” oleh suara? Saksikan dan dengarkan hasil kerja kolaborasi Hirai dan seniman lainnya pada pertunjukan Gong ex Machina pada 29 dan 30 November nanti di Gedung Kesenian Jakarta.

Gong ex Machina adalah produksi bersama The Kingdom of Archipelago dan Teater Garasi/Garasi Performance Institute.

Tiket pre-sale pertunjukan ini sudah bisa diperoleh sekarang melaluiGongExMachina.

Informasi lebih jauh tentang pertunjukan dan pembelian tiket, silakan hubungi: Mayasti +62 8222–1100–275

Seniman Kolaborator Gong ex Machina

Masih dalam rangkaian pemaparan seniman kolaborator pertunjukan Gong ex Machina, kali ini Teater Garasi ingin bercerita tentang: Mian Tiara. Perempuan yang biasa dipanggil Tiara ini dikenal sebagai seorang penyanyi, komposer dan penulis lirik yang kuat.

Sebagai penyanyi, di samping kerap tampil solo, ia juga anggota grup musik jazz progresif SimakDialog yang didirikan mendiang Riza Arshad. Hingga saat ini Tiara telah berkolaborasi dengan banyak musisi dari berbagai genre seperti Riza Arshad, Indra Lesmana, Humania, Ermy Kullit, Andien, Baron Band, Sarah Silaban, Nicky Astria, Goodnight Electric, White Shoes and The Couples Company, SORE, Bonita dan The HUSband, Tika & The Dissidents, dan Barasuara.

Dalam pertunjukan teater bunyi Gong ex Machina, berkolaborasi dengan seniman lintas disiplin dari Jepang dan Indonesia, ia akan tampil tidak sebagaimana biasanya. Sahabat Garasi dapat menyaksikan penampilannya yang berbeda pada tanggal 29 dan 30 November nanti di Gedung Kesenian Jakarta.

Gong Ex Machina adalah produksi bersama The Kingdom of Archipelago dan Teater Garasi/Garasi Performance Institute.

Tiket pre-sale pertunjukan ini sudah bisa diperoleh sekarang di http://bit.ly/GongExMachina
Informasi lebih jauh tentang pertunjukan dan pembelian tiket, silakan hubungi: Mayasti +62 8222–1100–275

Ari Dwianto Dalam Gelaran Indonesian Dance Festival

Ari Dwianto (Inyong), salah satu seniman yang tergabung dalam forum Majlis Dramaturgi Teater Garasi diundang dalam gelaran Indonesian Dance Festival dengan karyanya A Brief History of Dance.

Teater Garasi mengundang Anda untuk menyaksikan pertunjukannya, Sabtu 10 November 2018 pukul 15.00-16.00 di Galeri Salihara.

Karya ini dalam bentuk work in progress telah dipresentasikan dalam program Cabaret Chairil di studio Teater Garasi pada bulan Januari 2018.
__

Di atas panggung, Ari Dwianto mengajak penonton memasuki hasil penelusurannya: seorang laki-laki tampak sedang memaparkan sejarah dirinya, kata-kata mengajak kita memelintir ruang dan waktu ke masa lalu, meninggalkan tubuhnya di masa kini. Sekalipun mencari dirinya sendiri, masa lalu itu tak pernah sendirian ia jalani. Ia mengajak kita menyaksikan dunia yang ia saksikan dan alami, dunia yang menempa sendi-sendi tubuhnya. Sebagian pengalaman dan kesaksian itu akrab dan hangat, sebagian yang lain asing dan mengasingkan.

Sebagaimana tubuh yang tertinggal panggung, tegang dan darurat, diasingkan ingatan. Mungkin inilah artinya joget.

*Foto dokumentasi IDF Jakarta

Seri Pentas AntarRagam: BELALLE’


Teater Garasi
/Garasi Performance Institute bekerja sama dengan Teater Tebs dan Rumaksi (Ruang Muda Kreatif Singkawang) menyelenggarakan:

Seri Pentas AntarRagam
BELALLE’
7 November 2018
Gedung PIP (Pusat Informasi Pariwisata)
Jl. Merdeka, Singkawang

Pukul 19.30
Pertunjukan Teater
“Dua Wajah” oleh Teater Tebs
Sutradara: Mpok Yanti

Pukul 20.30
Launching Program “NOGO’ PLUS PLUS
Pemutaran Film “Nenek Bangun”(Ahmad Syafari, 2015)
___

BELALLE’
Adalah sebuah acara seni yang digagas oleh Komunitas Rumaksi dan Teater Tebs, berangkat dari pertemuan dengan Teater Garasi/Garasi Performance Institute (TG/GPI) melalui workshop yang diadakan di Singkawang pada awal 2018 dan residensi di Yogyakarta pada bulan Agustus-September 2018.

Workshop yang diberi tajuk “Bertolak dari yang Ada, Bicara pada Dunia” diikuti oleh seniman-seniman muda dari kota Singkawang dan Pontianak. Di dalam workshop, TG/GPI membagikan metodologi penciptaan bersama yang selama ini dipraktekkan dalam menciptakan karya (seni), berangkat dari isu yang terjadi dalam masyarakat dan modal yang dimiliki.

Workshop ini memicu usaha-usaha mengaktivasi kemungkinan-kemungkinan yang lebih luas dari potensi para seniman, komunitas, bahkan ruang kota yang ada di Singkawang untuk secara kolektif menciptakan sebuah ruang alternatif yang mengakomodasi partisipasi warga dan isu lokal.

BELALLE’ sendiri adalah bahasa Melayu Singkawang yang artinya gotong royong, menanam dan panen bersama, mengolah dan menikmati hasil bersama.
___

Seri Pentas AntarRagam adalah serial presentasi karya yang diinisiasi oleh komunitas kreatif mitra Teater Garasi berdasarkan isu dan potensi lokalnya masing-masing. Pada tahun ini, Seri Pentas AntarRagam bekerja dengan komunitas kreatif dari kota Singkawang dan Sumbawa.

Proyek penciptaan seni dan seluruh rangkaian kegiatan yang menyertainya (workshop, residensi, diskusi) merupakan bagian dari program AntarRagam, inisiatif terbaru Teater Garasi/Garasi Performance Institute yang berlangsung sejak awal tahun 2017.
Untuk informasi lebih jauh perihal AntarRagam, Anda dapat mengunjungi www.antarragam.net

Seniman Kolaborator Gong ex Machina

Profil seniman kolaborator pertunjukan Gong Ex Machina selanjutnya; Yudi Ahmad Tajudin.

Yudi adalah sutradara teater Indonesia yang telah membawa karya-karyanya pada panggung dan forum seni pertunjukan internasional di Asia dan Eropa.

Yudi adalah salah satu pendiri Teater Garasi –kolektif seniman lintas disiplin di Yogyakarta. Mewakili Teater Garasi ia menerima Prince Claus Award tahun 2013 dari Prince Claus Fund, Belanda, salah satunya karena “semangat penjelajahan dan karya-karya inovatif yang merangsang seni pertunjukan di Asia Tenggara.”

Portfolio kerja keseniannya termasuk proyek-proyek lintas disiplin dengan seniman-seniman pertunjukan dan perupa ternama, terentang dari opera kontemporer, teater-tari, performance art dan interpretasi atas seni pertunjukan tradisional.

Di tahun 2014 ia menerima Anugerah Seni dari Menteri Kebudayaan Indonesia. Ia juga peraih Sutradara Terpilih Tahun 2006 versi majalah Tempo dan Asian Cultural Council (ACC) fellowship untuk studi teater kontemporer di New York (2011-2012).

Saksikan hasil kerja kolaborasinya pada pertunjukkan Gong Ex Machina pada 29 dan 30 November nanti di Gedung Kesenian Jakarta.

Gong Ex Machina adalah produksi bersama The Kingdom of Archipelago dan Teater Garasi/Garasi Performance Institute.

Tiket pre-sale pertunjukkan ini sudah bisa diperoleh sekarang di http://bit.ly/GongExMachina.

Informasi lebih jauh tentang pertunjukkan dan pembelian tiket, silakan hubungi: Mayasti +62 8222–1100–275