{"id":8252,"date":"2018-10-22T12:49:28","date_gmt":"2018-10-22T12:49:28","guid":{"rendered":"http:\/\/teatergarasi.org\/?p=8252"},"modified":"2018-10-23T04:01:52","modified_gmt":"2018-10-23T04:01:52","slug":"kineklassik-4-distorted-images","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/teatergarasi.org\/?p=8252&amp;lang=en","title":{"rendered":"KINEKLASSIK #4 : Distorted Images"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-8253 size-nk-img-medium-ms\" src=\"http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kineklassik-4-Distorted-Images-368x368.jpg\" alt=\"\" width=\"368\" height=\"368\" srcset=\"http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kineklassik-4-Distorted-Images-368x368.jpg 368w, http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kineklassik-4-Distorted-Images-300x300.jpg 300w, http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kineklassik-4-Distorted-Images-768x768.jpg 768w, http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kineklassik-4-Distorted-Images-750x750.jpg 750w, http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kineklassik-4-Distorted-Images-570x570.jpg 570w, http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kineklassik-4-Distorted-Images-270x270.jpg 270w, http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kineklassik-4-Distorted-Images-62x62.jpg 62w, http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kineklassik-4-Distorted-Images-100x100.jpg 100w, http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kineklassik-4-Distorted-Images.jpg 960w\" sizes=\"auto, (max-width: 368px) 100vw, 368px\" \/><br \/>\n<strong>Seri terakhir<\/strong> dari film-film klasik dunia, KINEKLASSIK #4: Distorted Images, adalah semacam kesimpulan dari seri-seri Kineklassik sebelumnya: penghargaan untuk Stanley Kubrick, melihat aspek-aspek realisme, dan menangkap narasi-narasi yang berbeda.<\/p>\n<p>Di seri terakhir ini, akan memutarkan film-film klasik dengan sudut pandang yang sedikit terdistorsi. Film klasik bisa dibatasi oleh <em>style<\/em>, <em>genre<\/em>, tema (barat, detektif, drama, horror, dll.), tapi beberapa sutradara yang baik, bisa menemukan cara untuk mengubah paradigma, membawa penonton ke dimensi tak terduga lainnya dari sebuah film. KINEKLASSIK #4 akan memutar mahakarya dari 4 sutradara terkenal dan akan memberikan asupan otak yang menyenangkan.<\/p>\n<p>Dengan Vertigo, oleh Alfred Hitchcock (1958), akan didapati sebuah <em>thriller<\/em> psikologis dan sebuah kisah tentang penghancuran maskulinitas, tentang ketakutan dan obsesi. Ini adalah film komersial Hollywood dengan <em>twist<\/em> yang telah mengilhami begitu banyak sutradara film (De Palma, Lynch, Marker, dll.).<\/p>\n<p>Dalam <em>genre<\/em> film koboi Hollywood Johnny Guitar &#8211; Nicholas Ray (1954) datang seperti objek yang tak dikenal (Truffaut menyebutnya &#8220;seorang koboi yang palsu&#8221;), satu-satunya feminis barat, film yang indah dan ambigu ini pantas untuk (kembali) ditonton dengan seksama dalam konteks hari ini.<\/p>\n<p>Kisah kejahatan kelam dari Akira Kurosawa, High and Low (Tengoku to Jigoku), 1963, dianggap sebagai salah satu karya terkuat Akira. Film ini diadaptasi dari sebuah novel Amerika, dengan struktur cerita yang kuat seperti Shakespeare, penyapuan simbolis dan <em>historical<\/em>. Alurnya membuat cerita berkembang secara organik dalam pikiran.<\/p>\n<p>Blue Velvet karya David Lynch (1986) sebagai film terbaru dari keseluruhan seri ini adalah cara untuk mencari penyegaran dalam melihat sejarah film-film Hollywood. Melalui misteri dan kisah horor fisiologis yang aneh dan mengganggu ini, Lynch memberikan penghargaan kepada Hitchcock dengan cara khasnya melalui simbol, suara, dan penglihatan yang terdistorsi. Sisi gelap Hollywood.<\/p>\n<p>Teater Garasi x SIMAMAT akan menutup seri ini dengan pemutaran penuh Histoire(s) du cinema dari Jean-Luc Godard (1980-1988), proyek video 8-episode dari 266 menit, dan salah satu film Godard yang paling kompleks, film-film ini menghadirkan pelacakan sejarah konsep sinema dan bagaimana kaitannya dengan abad ke-20. Ini merupakan kritik dari abad ke-20 dan bagaimana ia memandang dirinya sendiri melalui sinema. Karya ini dianggap sebagai karya yang paling penting dari periode akhir karir Godard. Karya ini akan diputar dengan kebebasan pada penonton untuk menontonnya secara integral atau sebagai instalasi video.<\/p>\n<p><strong>KINEKLASSIK #4<\/strong><br \/>\nTeater Garasi x SIMAMAT<\/p>\n<p><strong>DISTORTED IMAGES<\/strong><br \/>\nKurator: Jean Pascal Elbaz<\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p>Kamis \u2013 Sabtu, 25\u201327 Oktober 2018<br \/>\n16.00 WIB \u2013 selesai<br \/>\nStudio Teater Garasi, Jl. Jomegatan No.164B, Yogyakarta<\/p>\n<p><strong>Kamis, 25 Oktober 2018<\/strong><br \/>\n\u2013 Johnny Guitar, Nicholas Ray (1954, 110 min)<br \/>\n\u2013 Vertigo, Alfred Hitchcock (1958, 128 min)<\/p>\n<p><strong>Jumat, 26 Oktober 2018<\/strong><br \/>\n\u2013 High and Low, Akira Kurosawa (1963, 143 min)<br \/>\n\u2013 Blue Velvet, David Lynch (1986, 120 min)<\/p>\n<p><strong>Sabtu, 27 Oktober 2018<\/strong><br \/>\n\u2013 Histoire(s) du cin\u00e9ma, Jean-Luc Godard (1980-1988, 266 min)<\/p>\n<p><strong>KINEKLASSIK<\/strong><\/p>\n<p>Pemilihan dari film-film yang akan diputar dalam KINEKLASSIK, tidak bermaksud untuk menelusuri secara teoritis sejarah sinema melalui karya utamanya, tetapi untuk menemukan atau (kembali) menemukan film-film yang penting dan terkadang diabaikan yang terus berdampak pada penonton saat ini dan merupakan karya referensi dalam dalam dirinya maupun dalam <em>genre<\/em>-nya.<\/p>\n<p>Program KINEKLASSIK mengambil tema \u201cRevisiting the Classics: Perjalanan melalui karya-karya sinema <em>masterpiece<\/em> dan film lainnya yang terabaikan\u201d yang diselenggarakan dalam empat seri: Kubrick\u2019s World, Different Faces of Realism in Cinema, All About Naration, dan Scorcese\u2019s Universe.<\/p>\n<p>KINEKLASSIK adalah bagian dari program Klub Tonton dan Periksa (KTP) Teater Garasi, yang bekerja sama dengan Jean-Pascal Elbaz sebagai kurator film dan SIMAMAT sebagai rekan diskusi dan pelaksanaan pemutaran film.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seri terakhir dari film-film klasik dunia, KINEKLASSIK #4: Distorted Images, adalah semacam kesimpulan dari seri-seri Kineklassik sebelumnya: penghargaan untuk Stanley Kubrick, melihat aspek-aspek realisme, dan menangkap narasi-narasi yang berbeda. Di seri terakhir ini, akan memutarkan film-film klasik dengan sudut pandang yang sedikit terdistorsi. Film klasik bisa dibatasi oleh style, genre, tema (barat, detektif, drama, horror, &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"http:\/\/teatergarasi.org\/?p=8252&#038;lang=en\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;KINEKLASSIK #4 : Distorted Images&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8253,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-8252","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agenda-news","entry"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8252","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8252"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8252\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8256,"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8252\/revisions\/8256"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8253"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8252"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8252"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8252"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}