{"id":8040,"date":"2018-04-25T09:38:07","date_gmt":"2018-04-25T09:38:07","guid":{"rendered":"http:\/\/teatergarasi.org\/?p=8040"},"modified":"2018-04-30T10:01:09","modified_gmt":"2018-04-30T10:01:09","slug":"klub-tonton-dan-periksa-ktp-teater-garasigarasi-performance-institute","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/teatergarasi.org\/?p=8040&amp;lang=en","title":{"rendered":"Klub Tonton dan Periksa (KTP) &#8211; KineKlassik; Kubrick&#8217;s World"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-8041 size-nk-img-medium-ms\" src=\"http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/KTP-KineKlassik-1-368x368.jpg\" alt=\"\" width=\"368\" height=\"368\" srcset=\"http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/KTP-KineKlassik-1-368x368.jpg 368w, http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/KTP-KineKlassik-1-300x300.jpg 300w, http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/KTP-KineKlassik-1-768x768.jpg 768w, http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/KTP-KineKlassik-1-750x750.jpg 750w, http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/KTP-KineKlassik-1-570x570.jpg 570w, http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/KTP-KineKlassik-1-270x270.jpg 270w, http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/KTP-KineKlassik-1-62x62.jpg 62w, http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/KTP-KineKlassik-1-100x100.jpg 100w, http:\/\/teatergarasi.org\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/KTP-KineKlassik-1.jpg 1013w\" sizes=\"auto, (max-width: 368px) 100vw, 368px\" \/><br \/>\nKlub Tonton dan Periksa (KTP) Teater Garasi\/Garasi Performance Institute bekerjasama dengan SIMAMAT menyelenggarakan:<\/p>\n<p>KINEKLASSIK<\/p>\n<p>Seri 1: KUBRICK\u2019S WORLD<br \/>\nKurator: Jean-Pascal Elbaz<\/p>\n<p>26-28 April 2018<br \/>\n18.30 WIB &#8211; selesai<br \/>\nStudio Teater Garasi, Jl. Jomegatan 164B, Yogyakarta<\/p>\n<p>26 April 2018 : The Party, Blake Edwards (1968) + Solaris, Andre\u00ef Tarkovsky (1972)<br \/>\n27 April 2018 : Onibaba, Kaneto Shindo (1965) + Le Plaisir, Max Ophuls (1952)<br \/>\n28 April 2018 : Barry Lyndon, Stanley Kubrick (1975) + Diskusi bersama Jean-Pascal Elbaz<\/p>\n<p>Seri pertama Kubrick\u2019s World dari rangkaian KINEKLASSIK ini merupakan penghormatan kepada salah satu sutradara film sejarah sinema yang paling menarik dan dirayakan.<\/p>\n<p>Film hari pertama adalah referensi untuk film Stanley Kubrick sendiri: The Party adalah sebuah komedi gila yang kritis terhadap Hollywood dan berpusat di satu-satunya aktor, Peter Sellers yang memainkan 3 karakter berbeda di Dr. Strangelov Kubrick pada tahun 1964; sementara Solaris, selain menjadi film dari sutradara Rusia paling bergengsi, film ini, yang sangat dicintai Kubrick, dibuat sebagai jawaban untuk 2001 Odyssey.<\/p>\n<p>Hari kedua akan menghadirkan Onibaba, sebuah film horor yang dipuji karena sinematografi hitam dan putihnya yang luar biasa dan persamaan dengan The Shining, dan Le Plaisir salah satu film favorit Kubrick: \u201cYang tertinggi dari semua saya akan menilai Max Ophuls, yang bagi saya memiliki setiap kemungkinan kualitas. Dia memiliki bakat luar biasa untuk mengendus subjek yang baik, dan mendapatkan yang terbaik dari mereka. Dia juga seorang sutradara aktor yang luar biasa. \u201c\u2014\u201cAku sangat mengagumi teknik kamera cairnya.&#8221;<\/p>\n<p>Dan seri pertama dari KINEKLASSIK ini ditutup dengan salad satu film paling ikonik dari Kubrick: Barry Lyndon.<br \/>\n___<\/p>\n<p>KINEKLASSIK<\/p>\n<p>Sinema adalah seni berusia 120 tahun dengan sejarah singkat dan mempesona. Meskipun ia merupakan seni yang penerapannya sulit, mahal, dan rumit, serta memerlukan banyak tenaga\/pekerja\/artisan, namun telah banyak karya-karya penting yang dihasilkan di dunia.<\/p>\n<p>Sayangnya, popularitas karya komersial dan jumlahnya yang sangat banyak membuat kita lupa atau mengabaikan fakta bahwa beberapa film terus menerus mendefinisikan ulang aturan narasi, teknik sinematografi, sepanjang sejarahnya.<\/p>\n<p>Film adalah bahasa yang juga harus bisa membangkitkan pertanyaan di benak penonton dan bukan hanya emosi.<\/p>\n<p>Seperti tak terpikirkan oleh seorang pencinta sastra dan seorang penulis untuk tak pernah membaca Homer, Melville, Cervantes, Flaubert, Kafka, Tolstoy atau Borg\u00e8s; semua pecinta sinema sejati seharusnya telah melihat film, paling tidak dari beberapa nama ini: Renoir, Kubrick, Bergman, Pasolini atau Godard, Kurosawa atau Satyajit Ray.<\/p>\n<p>Pemilihan dari film-film yang diputar dalam KINEKLASSIK, tidak bermaksud untuk menelusuri secara teoritis sejarah sinema melalui karya utamanya, tetapi untuk menemukan atau (kembali) menemukan film-film yang penting dan terkadang diabaikan yang terus berdampak pada penonton saat ini dan merupakan karya referensi dalam dirinya maupun dalam genrenya.<\/p>\n<p>Program KINEKLASSIK ini mengambil tema \u201cRevisiting the Classics&#8221;: Perjalanan melalui karya-karya sinema masterpiece dan film lainnya yang terabaikan\u201d yang diselenggarakan dalam empat seri: Kubrick\u2019s World, All About Naration, What the Hell is Realism?, dan Scorcese\u2019s Universe.<\/p>\n<p>KINEKLASSIK adalah bagian dari program Klub Tonton dan Periksa (KTP) Teater Garasi, yang bekerja sama dengan Jean-Pascal Elbaz sebagai kurator film dan SIMAMAT sebagai rekan diskusi dan pelaksanaan pemutaran film.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Klub Tonton dan Periksa (KTP) Teater Garasi\/Garasi Performance Institute bekerjasama dengan SIMAMAT menyelenggarakan: KINEKLASSIK Seri 1: KUBRICK\u2019S WORLD Kurator: Jean-Pascal Elbaz 26-28 April 2018 18.30 WIB &#8211; selesai Studio Teater Garasi, Jl. Jomegatan 164B, Yogyakarta 26 April 2018 : The Party, Blake Edwards (1968) + Solaris, Andre\u00ef Tarkovsky (1972) 27 April 2018 : Onibaba, Kaneto &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"http:\/\/teatergarasi.org\/?p=8040&#038;lang=en\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Klub Tonton dan Periksa (KTP) &#8211; KineKlassik; Kubrick&#8217;s World&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8041,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-8040","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agenda-news","entry"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8040"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8040\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8043,"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8040\/revisions\/8043"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8041"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/teatergarasi.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}