Workshop dan Diskusi Penciptaan Teater Berdasar Puisi oleh Gunawan Maryanto


Pada akhir Agustus hingga awal September lalu, Gunawan Maryanto, Artistic Associates Teater Garasi, menjadi fasilitator dan pembicara dalam Workshop dan Diskusi Penciptaan Teater Berdasar Puisi, dalam acara International Theatre Exchange Seminar 2017 di Tokyo Metropolitan Teatre (24-27 Agustus) dan Momochi Palace Fukuoka (30 Agustus – 2 September), Jepang. Acara yang diselenggarakan oleh Japan Directors Association ini diikuti oleh kurang lebih tiga puluh satu peserta dari berbagai teater di Jepang.

Pentas Peluncuran Album ke-3 Melancholic Bitch “NKKBS Bagian Pertama”

Melancholic Bitch merilis kembali album baru setelah album terakhir mereka “Balada Joni dan Susi”, 7 tahun lalu. Album terbaru ini diberi judul “NKKBS Bagian Pertama”. Untuk menandai peluncuran album tersebut, diselenggarakan konser pada 9 September 2017 di hall Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri (PKKH) UGM Yogyakarta. Bagi para penggemar musik, konser ini cukup bisa mengobati kerinduan mereka terhadap band Melbi —begitu mereka sering disebut, yang terakhir kali tampil di Jogja tahun 2013 silam.

Selama tujuh tahun terakhir, para personil Melbi berpencar dalam berbagai kesibukan. Ugoran Prasad melanjutkan studi di New York, dan sekarang menghabiskan waktunya antara New York dan Sydney. Sementara Yossy Herman Susilo dan Yennu Ariendra terlibat dalam berbagai proyek pertunjukan terutama dalam kolektif Teater Garasi. Richardus Arditya, secara aktif bermain bass untuk berbagai konser musik dan sempat membuat beberapa album misalnya dengan band Seek Six Sick dan Individual Life. Dalam NKKBS Bagian Pertama ini, mereka mengundang Nadya Hatta untuk terlibat penuh di proses garap di studio. Personil tamu lain dalam penggarapan album ini adalah Danish Wisnu Nugraha (Dacong), yang dikenal sebagai drummer kelompok FSTVLST dan Niskala. Sementara Uya Cipriano, gitaris kelompok Last Elise, turut mendukung konser kali ini.

Rilis pertama dari album ini adalah “Bioskop, Pisau Lipat”, yang sudah dikeluarkan pada 25 Agustus 2017 lalu, sebuah refleksi pengalaman masa kecil Ugoran Prasad, vokalis Melancholic Bitch atas propaganda Orde Baru untuk menonton film Pemberontakan G30S/PKI dan bagaimana film itu membangun konstruksi tertentu tentang “perempuan liar” dan “pisau lipat”. “Pengalaman digelandang ke bioskop jam 9”, sebagaimana tersebut dalam lagu ini, adalah bagian dari memori kolektif generasi Indonesia yang tumbuh pada 1980an. Beberapa lagu lain yang menjadi andalan adalah “Dapur, NKK/BKK”, yang merujuk pada sejarah Normalisasi Kehidupan Kampus pada 1980an; atau lagu “Selat, Malaka” yang berkisah tentang sepenggal cerita dari kehidupan tokoh Tan Malaka.

Judul album, NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) Bagian Pertama, diambil dari sebuah jargon propaganda masa Orde Baru yang menggambarkan konsep keluarga ideal bagi masyarakat Indonesia. Sepanjang tahun 1980an hingga 1990an, program KB menjadi program andalan pemerintah, yang utamanya bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pada saat yang sama, memasukkan ideologi politik Orde Baru hingga unit terkecil masyarakat yaitu keluarga. Gagasan ini pada mulanya ditelusuri Ugoran dan Yennu lewat keterlibatan mereka di karya pertunjukan Teater Garasi “Yang Fana adalah Waktu, Kita Abadi”. Sebagaimana “Balada Joni dan Susi”, pada NKKBS Bagian Pertama ini seluruh lagu merujuk pada satu narasi besar tentang keluarga, dan segala cerentang dan dinamikanya, termasuk kaitannya dengan peristiwa-peristiwa politik Indonesia 1960an hingga sekarang.

Meski berangkat dari gagasan besar tentang propaganda dan situasi politik yang pekat, tetapi warna musik dari sebelas lagu pada album ini terasa cukup beragam. Di luar liriknya yang keras dan mengagetkan, dan manis dibeberapa bagian, komposisi yang lebih ringan dan riang bisa dijumpai pada beberapa nomor.

Proyek “NKKBS Bagian Pertama” berkolaborasi dengan seniman rupa Akiq AW yang beberapa waktu lalu juga meluncurkan proyek dengan tema yang sama, Indonesian Family Portrait Series.

Selain menampilkan lagu-lagu baru dari Album NKKBS Bagian Pertama, mereka juga akan membawakan beberapa lagu andalan dari album pertama, Anamnesis (2005), dan Balada Joni dan Susi (2009), seperti Tentang Cinta, Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa, Mars Penyembah Berhala, dan Nasihat yang Baik.

Single terbaru Melancholic Bitch “Bioskop, Pisau Lipat” bisa didengarkan via Youtube di:
https://youtu.be/4VHTjZfUrKY

“Pusaran Tukar”/ “Nexus of Exchange” Pentas Presentasi Seniman Residensi dan Performer Studio Teater Garasi / Presentation Performance of Teater Garasi’s Artist in Residence and Performer Studio Program

 

Pentas Presentasi Seniman Residensi dan Performer Studio Teater Garasi / Presentation Performance of Teater Garasi’s Artist in Residence and Performer Studio Program

Minggu, 20 Agustus 2017 | 20.00 WIB
Ark Galerie
Jalan Suryodiningratan No. 36 A, Yogyakarta

“Bagaimana Menghilang Sepenuhnya”

Antonius F. Eka Putra Nggalu
Komang Rosie Clynes
Rizky Irwan Wijaya
Syamsul Pranata
Sutradara/Director: Shohifur Ridho’i

“Lupa Untuk Mengingat”

Denta Aditya
Encang Hidayat
Muhammad Eva Nuril Huda
R. Nike Dianita Febriyanti
Sutradara/Director: Imre van den Bosch

Info: Sita 0821 3677 0900

Presentasi ini merupakan tahapan akhir sekaligus penutup program Performer Studio yang telah berlangsung selama 6 minggu sejak bulan Juli 2017.
Performer Studio adalah program belajar keaktoran bagi para penampil pemula, berdasarkan pendekatan keaktoran yang digunakan Teater Garasi selama ini.

Pada periode ini, Performer Studio diikuti oleh Denta Aditya (Yogyakarta), Encang Hidayat (Sukabumi, Jawa Barat), Muhammad Eva Nuril Huda (Yogyakarta), dan Rizky Irwan Wijaya (Yogyakarta). Juga terlibat dalam aktivitas Performer Studio ini, peserta program Seniman Residensi Teater Garasi yaitu Antonius F. Eka Putra Nggalu (Maumere, NTT), Imre van den Bosch (Belanda), Komang Rosie Clynes (Australia), Syamsul Pranata (Sampang, Madura), R. Nike Dianita Febriyanti (Bangkalan, Madura), Veronika Ratumakin (Flores Timur, NTT).

Pentas presentasi ini merupakan simulasi proses penciptaan pertunjukan berdasarkan pendekatan penciptaan Teater Garasi. Imre, salah satu seniman residensi, menginisiasi tema dan menyutradarai satu nomor pertunjukan. Kami juga mengundang Shohifur Ridho’i (sutradara Rokateater, peserta Performer Studio 2013) untuk turut menjadi sutradara dan menawarkan tema yang menjadi perhatiannya.

Bincang Seniman Mukim di Teater Garasi Cerita-cerita dari Flores dan Madura

“Seni, Adat, dan Agama di Flores”
Sabtu, 5 Agustus 2017
Pukul 15.30 WIB
Bersama:
Yohanes W Hayon (Penulis, alumnus STFK Ledalero)
Antonius F. Eka Putra Nggalu (penulis dan penggiat Komunitas Kahe, Maumere, Flores)
Veronika Ratumakin (penulis, aktris, sutradara, pendiri Sanggar Seni Budaya Sina Riang Adonara, Flores Timur)

“Seni dan Pesantren di Madura”
Minggu, 6 Agustus 2017
Pukul 15.30 WIB
Bersama:
Abd. Aziz Faiz (Peneliti ISAIs/ Institute of Southeast Asia Islam Yogyakarta)
R. Nike Dianita Febriyanti (penulis, aktris, dan sutradara muda, aktif di Komunitas Masyarakat Lumpur, Bangkalan, Madura)
Syamsul Pranata (Aktor / Seniman Teater Uji Coba, Sampang, Madura)
Acara bincang seniman residensi ini merupakan rangkaian dari program Antar Ragam: inisiatif baru Teater Garasi/Garasi Performance Institute yang ingin menjalin kontak dan pertemuan-pertemuan baru dengan tradisi, kebudayaan serta seniman dan anak-anak muda di kota-kota di luar (pulau) Jawa, sebagai suatu proses ‘unlearning’ dan pembelajaran ulang atas (ke)Indonesia(an) dan (ke)Asia(an).

Setelah berkunjung dan menggelar workshop di Flores dan Madura bulan April-Mei lalu, kali ini Teater Garasi mengundang dua seniman (terpilih) dari Flores dan Madura untuk bermukim di Jogja selama 6 minggu dan terlibat dalam program seniman mukim,“Nexus of Exchange”. Mereka adalah: Veronika Ratumakin, Antonius F. Eka Putra Nggalu, Syamsul Pranata, dan R. Nike Dianita Febriyanti.

Melalui forum bincang seniman ini diharapkan seniman residensi dapat berbagi tentang praktik dan lingkungan kesenian mereka, sebagai tolakan diskusi dengan publik Yogya (peserta diskusi) dalam membincang dan menimbang ulang kaitan atara seni dan lingkungan yang lebih luas.

For/Lab Dramaturgi #1: Sejarah Pertunjukan dan Pertunjukan Sejarah

For/Lab (Forum/Laboratorium) Dramaturgi adalah serial workshop inisiatif Teater Garasi dalam upaya menajamkan, memperluas, dan memperkukuh kerja penciptaan pertunjukan sebagai proses produksi pengetahuan. Bekerja di dalam jaringan pelaku teater di Indonesia, workshop ini bersifat terbuka, setara, dan bertumpu dari kerja-kerja pertunjukan yang datang dari masing-masing peserta. Pertemuan kolektif workshop, padakelanjutannya dibayangkan menjadi platform lingkungan kerja bersama untuk menghasilkan dan mengembangkan gagasan, agenda, proyek penelitian dan kerja dramaturgi lanjutan.

Tahap pertama dari seri workshop ini, yang telah dimulai sejak tanggal 26 Juli dan akan berlangsung sampai tgl 2 Agustus, diawali dengan menimbang ulang hubungan pertunjukan dengan sejarah, baik secara luas: mencakup sejarah sosial di Indonesia, atau khusus: sejarah pertunjukan.

Difasilitasi oleh Ugoran Prasad, artistic associates Teater Garasi, tahap pertama workshop ini mengundang peserta dari Jakarta, Bandung dan Yogyakarta.