Kumpulan Review Pertunjukan “Menara Ingatan”

Terima kasih untuk rekan-rekan media yang telah hadir dan menuliskan amatan atas pertunjukan “Menara Ingatan”, produksi Teater Garasi/Garasi Performance Institute, berdasarkan karya komposisi Yennu Ariendra, yang telah dipentaskan di Teater Kecil – Jakarta pada tanggal 24-25 Mei 2017 lalu.

Berikut beberapa tulisan yang telah terbit:

Workshop Penciptaan Bersama “Bertolak dari yang Ada, Bicara pada Dunia” di Sampang, Madura.

Workshop Penciptaan Bersama “Bertolak dari yang Ada, Bicara pada Dunia” di Sampang, Madura.

Setelah di Flores – NTT, Teater Garasi lalu berkunjung ke Sampang, Madura. Selama seminggu kami bertemu dan bertukar pengetahuan bersama seniman-seniman muda dari beberapa kota di Madura, melalui workshop dari tanggal 13-17 Mei, 2017, di 3 lokasi (aula Dinas Sosial, Balai Latihan Kerja dan Gedung Kesenian Sampang, Madura).

Yudi Ahmad Tajudin, Gunawan Maryanto, Erythrina Baskoro, MN Qomarudin dan Lusia Neti Cahyani (seniman dan manajer Teater Garasi) memfasilitasi workshop ini, dibantu oleh Shohifur Ridho (sutradara Roka Teater, alumnus Performer Studio Teater Garasi). Bersama seniman-seniman muda dari Bangkalan, Sumenep, Pamekasan, dan juga Sampang, kami mengajak melakukan proses identifikasi modal kultural dan modal sosial yang dimiliki peserta, mendiskusikan isu-isu yang ada di Madura, memetakan pertanyaan-pertanyaan terkait isu tersebut, lalu menggarapnya dalam seni pertunjukan berdasarkan kerangka penciptaan bersama yang dikembangkan Teater Garasi selama ini.

Peserta dibagi menjadi 2 grup yang mengolah isu dan modal kultural mereka ke dalam pertunjukan kecil (sekitar 30 menit) yang lalu di presentasikan di akhir workshop, di hadapan beberapa teman seniman dari Madura yang kami undang.

Workshop Pendekatan Penciptaan “Bertolak dari yang Ada, Bicara pada Dunia” di Flores Timur, NTT

Workshop Pendekatan Penciptaan
“Bertolak dari yang Ada, Bicara pada Dunia” di Flores Timur, NTT

Selama 4 hari (8-11 Mei 2017), beberapa seniman Teater Garasi (Yudi Ahmad Tajudin, Rizky Sasono, Arsita Iswardhani dan MN Qomarudin, ditemani oleh Antonius Maria Indrianto —aktivis NGO dan ketua dewan pengawas Teater Garasi) berkunjung ke Flores Timur, tepatnya ke kota Larantuka. Bersama sembilan belas teman dari beberapa daerah di Flores Timur (Adonara, Solor, Larantuka) dan Maumere, kami mengidentifikasi modal kultural dan modal sosial yang dimiliki peserta, mendiskusikan isu-isu yang ada di daerah Flores, memetakan pertanyaan-pertanyaan terkait isu tersebut, lalu menggarapnya dalam penciptaan seni pertunjukan berdasarkan kerangka penciptaan bersama yang dikembangkan Teater Garasi selama ini.

Proses saling berbagi ini kami selenggarakan bersama teman-teman Teater Nara (Flores Timur) dan Komunitas Kahe (Maumere). Berikut ini foto-foto aktivitas workshop yang dilakukan di wisma Bina Saron, San Dominggo, Larantuka.

Sebuah pertunjukan teater-musik (muziktheater) “Menara Ingatan”

Teater Garasi/Garasi Performance Institute hadir kembali di Jakarta

Sebuah pertunjukan teater-musik (muziktheater)
“Menara Ingatan”
karya Yennu Ariendra (seniman Teater Garasi dan Melancholic Bitch)

Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM)
Jl. Cikini Raya 73, Menteng, Jakarta Pusat
24 – 25 Mei 2017, Pk 20.00 WIB

Komposisi dan penampilan musik, Yennu Ariendra berkolaborasi dengan:
Andi Meinl, Asa Rahmana, Nadya Hatta dan Silir Pujiwati
Pemanggungan berkolaborasi dengan: Ugoran Prasad (dramaturg), Yossy Herman Susilo (sound-designer), Ignatius Sugiarto (lighting designer), Timoteus Anggawan Kusno (seniman rupa), Gunawan Maryanto (performer dan co-director), Dendi Madiya (performer dan co-director), Fidelis Krus, Ricky Unik dan Sri Qadariatin (performer)

Tiket:
VIP: Rp.150.000, Kelas 1: Rp. 75.000
Info dan reservasi: Mija 0821 3677 0900, Mitae 0811 9252 923
garasi@teatergarasi.org

Pertunjukan ini dipersembahkan oleh:
Teater Garasi/Garasi Performance Institute dan Bhakti Budaya Djarum Foundation,
bekerja sama dengan Dewan Kesenian Jakarta.

Produser: Yudi Ahmad Tajudin

Gunawan Maryanto, salah satu seniman Teater Garasi, terpilih sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam Usmar Ismail Awards 2017

 

Gunawan Maryanto, salah satu seniman Teater Garasi, terpilih sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam Usmar Ismail Awards 2017, atas perannya sebagai Wiji Thukul di Film Istirahatlah Kata-Kata. Di Usmar Ismail Awards 2017 ini, sutradara film Istirahatlah Kata-Kata, Yosep Anggi Noen, juga mendapatkan penghargaan sebagai Sutradara Terbaik. Selamat!