Pengumuman Peserta Terpilih Workshop Penulisan Review Seni Pertunjukan

Sahabat Garasi yang baik,

Terima kasih atas sambutannya yang cukup menggembirakan atas Workshop Penulisan Review Seni Pertunjukan yang akan kami selenggarakan. Setelah melalui serangkaian percakapan kami memutuskan menambah kuota peserta dari 20 menjadi 25 orang agar workshop ini bisa merangkul lebih banyak lagi (calon) penulis review seni pertunjukan. Berikut adalah nama-nama peserta yang kami pilih untuk mengikuti Workshop Penulisan Review Seni Pertunjukan pada tanggal 27-28 Juli 2016 di Sekretariat Koalisi Seni Indonesia:

1. Anastha Eka
2. Andi Baso Jaya
3. Akbar Yumni
4. Bellina Erby
5. Claudia
6. Davin Rusady
7. Dendi Madiya
8. Dian Putri Ramadhan
9. Doni P. Herwanto
10. Felix Dass
11. Heru Joni Putra
12. Imama Aziz Muttaqin
13. Jay Akbar
14. Juliana Harsiani
15. Kennya Rinonce
16. Muhammad Abe
17. Ni Made Purnama Sari
18. Oming Putri
19. Pandji Putranda
20. Riyadhus Solihin
21. Rizaldy Yusuf
22. Sartika D. Nuraini
23. Terry Endroputro
24. Wikan Satriati
25. Yuyun Nurdianti

Terima kasih kepada seluruh calon peserta yang telah mengirimkan formulir pendaftaran. Peserta terpilih akan segera kami hubungi melalui e-mail.

Salam

Teater Garasi/Garasi Performance Institute

Workshop Penulisan Review Seni Pertunjukan

Teater Garasi/Garasi Performance Institute bekerjasama dengan Badan ekonomi Kreatif dan didukung oleh Koalisi Seni Indonesia menyelenggarakan Workshop Penulisan Review Seni Pertunjukan.

Workshop ini adalah upaya untuk menjawab sedikitnya tulisan yang berkualitas tentang pertunjukan. Workshop ini bertujuan menarik minat penulis-penulis muda untuk menulis review pertunjukan dan diperuntukkan bagi para penulis, jurnalis dan penikmat seni pertunjukan.

Workshop akan diselenggarakan di sekretariat Koalisi Seni Indonesia Jl. Amil no.7. Pejaten Barat Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada tanggal 27-28 Juli 2016 menghadirkan fasilitator workshop: Putu Fajar Arcana, Bambang Bujono, Hikmat Darmawan, Ugoran Prasad.

Workshop ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya, namun terbatas 20 peserta.

 

Seleksi peserta Workshop Penulisan Review Seni Pertunjukan:

1. Terbuka untuk umum, WNI, usia maksimal 40 tahun
2. Peserta workshop dibatasi sebanyak 20 orang
3. Mengisi formulir pendaftaran yang dapat diunduh di sini
4. Mengirimkan formulir pendaftaran dan contoh karya tulis non fiksi (diutamakan review pertunjukan) dalam format PDF ke alamat email garasi@teatergarasi.org dengan subyek “WPRSP_Nama” paling lambat tanggal 20 Juli 2016
5. Pengumuman peserta terpilih akan disiarkan di website Teater Garasi www.teatergarasi.org pada 22 Juli 2016
6. Workshop berlangsung pada 27-28 Juli 2016 pukul 10.00-15.00 WIB, di Sekretariat Koalisi Seni Indonesia, Jalan Amil No.7 Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
7. Fasilitas yang diterima peserta:
– workshop selama 2 hari
– bahan pengajaran
– sertifikat
– coffee break dan makan siang
8. Panitia tidak menanggung biaya transportasi dan akomodasi peserta dari luar kota
9. Workshop ini tidak dipungut biaya

“Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi” Teater Garasi/Garasi Performance Institute 30-31 Juli, Goethe-Institut Jakarta 26 Juli 2016, FIB Universitas Indonesia

“Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi”
Teater Garasi/Garasi Performance Institute
30-31 Juli, Goethe-Institut Jakarta
26 Juli 2016, FIB Universitas Indonesia

 

Teater Garasi/Garasi Performance Institute bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif dan Bakti Budaya Djarum Foundation dengan didukung oleh Gothe-Institut Jakarta akan menggelar pertunjukan Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi pada tanggal 30-31 Juli 2016 di Goethe-Institut Jakarta.

Pertunjukan tersebut sebelumnya juga akan digelar di FIB Universitas Indonesia bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif dan FIB Universitas Indonesia dan didukung oleh Direktorat Kesenian Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan Studio Hanafi pada tanggal 26 Juli 2016.

Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi
Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi adalah karya pertunjukan terbaru Teater Garasi/Garasi Performance Institute yang bertolak dari pembacaan dan refleksi atas ihwal “tatanan” dan “berantakan” (order dan disorder).

Pertunjukan yang disutradarai Yudi Ahmad Tajudin ini adalah pengembangan dan penelusuran lebih jauh dari proyek seni kolektif Teater Garasi yang dilakukan sejak tahun 2008, di antaranya menghasilkan pertunjukan Je.ja.l.an dan Tubuh Ketiga, yang mencoba mempelajari bagaimana ledakan “suara” atau “narasi” (ideologis, agama, identitas) di Indonesia pasca 1998 menciptakan dan menyingkap ketegangan serta kekerasan—yang baru maupun yang terpendam.

Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi pertama kali dipentaskan di Yogyakarta pada bulan Juni tahun 2015 lalu.

Judul pertunjukan dipinjam dari puisi Sapardi Djoko Damono, Yang Fana adalah Waktu (1978).

Sinopsis Pertunjukan
Rosnah, mantan buruh migran, adalah perempuan muda yang ingin menjadi ‘artis’ agar bisa bertahan di Jakarta, sebuah kota yang riuh—suara-suara, warna, bau, tubuh-tubuh, bangunan, deru mesin, halte bus dan lalu lintas yang macet. Ia mencari jeda di antara kesibukan survival di Jakarta agar bisa menari. Momen dramatiknya ditandai oleh perayaan Idul Fitri, ketika ia mudik ke rumah orang tuanya. Pada perayaan lebaran itulah, ia menjumpai yang tak-terhindarkan, seluruh peristiwa buruk yang ngotot menyelinap ke dalam potret keluarga: keberangkatan kakak laki-lakinya ke Afganistan, obsesi adiknya untuk mengumandangkan azan di setiap waktu, tempat cuci piring ibunya, minggatnya binatang piaraan keluarga, anaknya yang masih kecil yang terlantar, hobi bapaknya menembaki burung untuk mengisi waktu…

Sementara, seorang pembunuh kucing berkeliaran di luar sana.

Pertunjukan ini adalah kunjungan yang riuh pada kenyataan sehari-hari di Indonesia abad 21. Kekacauan politik di tingkat yang lebih tinggi—perang global, ketidaksetaraan ekonomi, politik negara, ketegangan karena kepercayaan agama—memenuhi keseharian di Indonesia sebagai suara-suara yang saling beradu, dan narasi-narasi yang bersitegang. Sementara trauma kekerasan sejarah terus menghantui bangsa Indonesia.

Dan kita menari di dalam seluruh keriuhan ini.

Informasi Pertunjukan
Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi

26 Juli 2016
Pukul 16.30 WIB
Di Auditorium Gedung IX
FIB Universitas Indonesia
Jl. Prof. Dr. Selo Soemardjan
Kampus UI Depok

Diproduksi oleh: Teater Garasi/Garasi Performance Institute
Bekerja sama dengan: Badan Ekonomi Kreatif dan FIB Universitas Indonesia
Didukung oleh: Direktorat Kesenian Kemendikbud, Studio Hanafi

30-31 Juli 2016
Pukul 20.00 WIB
Di Goethe-Institut Jakarta
Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 9-15, Menteng, Jakarta

Diproduksi oleh: Teater Garasi/Garasi Performance Institute
Bekerja sama dengan: Badan Ekonomi Kreatif dan Bakti Budaya Djarum Foundation
Didukung oleh: Goethe-Institut Jakarta

Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi
Sebuah Pertunjukan

disutradarai oleh:
Yudi Ahmad Tajudin

diciptakan secara bersama oleh:

Andreas Ari Dwianto, Arsita Iswardhani, Erythrina Baskoro, Gunawan Maryanto, Ignatius Sugiarto, Jompet Kuswidananto, Muhammad Nur Qomaruddin, Sri Qadariatin, Ugoran Prasad, Vassia Valkanioti, Yennu Ariendra

Asisten Produser: Lusia Neti Cahyani

Produser: Yudi Ahmad Tajudin

HTM:
26 Juli 2016, FIB Universitas Indonesia
Mahasiswa dan Dosen UI Rp. 20.000,-
Umum Rp. 50.000,-

Info dan pemesanan tiket: (Najwa) 021 7270009/0812 987 23905/programfibui@gmail.com

30-31 Juli 2016, Goethe-Institut Jakarta
Kelas I: Rp. 150.000,-
Kelas VIP: Rp. 200.000,-

Pre-Sale 12-24 Juli 2016
(jumlah kursi terbatas)
Kelas I: Rp. 100.000,-
Kelas VIP: Rp. 150.000,-

Info dan pemesanan tiket: (Lusi) 0821 3677 0900, (Mitae) 0811 9252 923

Selamat Idul Fitri 1437 H

 

Sahabat Garasi yang baik,

Di hari dan bulan yang baik ini seluruh seniman mukim Teater Garasi/Garasi Performance Institute beserta jajaran tim manajemen mengucapkan Selamat Idul Fitri 1437. Mohon maaf lahir batin. Dan selamat menikmati liburan panjang.

Pada kesempatan yang baik ini pula kami mengabarkan bahwa Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi—karya pertunjukan terbaru Teater Garasi/Garasi Performance Institute—akan segera kami panggungkan kembali. Karya ini pertama kali dipentaskan di Yogyakarta pada bulan Juni tahun 2015 lalu.

Pertunjukan ini akan kami gelar pada tanggal 26 Juli 2016 di FIB Universitas Indonesia dan 30-31 Juli 2016 di Goethe-Institut Jakarta. Informasi selengkapnya bisa Anda ikuti melalui www.teatergarasi.org dan seluruh media sosial Teater Garasi/Garasi Performance Institute.

Sahabat Garasi yang baik, menyambut Idul Fitri, Kantor dan Studio Teater Garasi tutup pada 4-8 Juli 2016. Kami buka kembali pada 11 Juli 2016.

Salam hangat,
Teater Garasi/Garasi Performance Institute

AFTER VOICES | Jompet Kuswidananto | Sherman Contemporary Art Foundation, Sydney | 24 Juni -10 September 2016

Salah satu seniman kami, Jompet Kuswidananto, akan menggelar pameran tunggal karya-karyanya dalam tajuk AFTER VOICES di Sherman Contemporary Art Foundation, Sydney.
Pameran yang dikuratori Alia Swastika ini akan berlangsung sejak tanggal 24 Juni sampai 10 September, 2016.

Informasi lebih jauh bisa dilihat di tautan ini:
http://sherman-scaf.org.au/exhibition/jompet-kuswidananto-after-voices/