Buka Studio 7 Hari 7 Malam Jalan Tikus; Hari 5


TG/GPI – BUKA STUDIO 7 HARI 7 MALAM; JALAN TIKUS

Kamis, 18 Januari 2018
BLOCKNOT FORUM

15.30 WIB
Peluncuran novel “Gentayangan” karya Intan Paramaditha (novel dan penulis Pilihan Tempo 2017 untuk kategori prosa)

Menghadirkan:
Intan Paramaditha
Alia Swastika
Leilani Hermiasih
Yudi Ahmad Tajudin
Ugoran Prasad
Yennu Ariendra

Acara ini didukung oleh Gramedia Pustaka Utama

19.30 WIB
WYST
Lintang Raditya Kenalirangkaipakai – KRP feat. Andryanade
Mo’ong feat. Cecile Bellat & Jangkung PP

 

BLOCKNOT FORUM
adalah forum presentasi, diskusi, debat, dan tukar gagasan atas hasil dan proses kerja eksperimentasi sastra dan bahasa dalam kerja lintas seni dan produksi budaya.

WYST (What Your Story Today)
adalah proyek laboratorium kesenian yang berfokus pada media suara atau bentuk-bentuk lain yang berkaitan dengan suara yang memfasilitasi berbagai percobaan di mana seseorang seniman dapat melakukan penjelajahan yang lebih jauh dari apa yang selama ini biasa dilakukan.

Buka Studio 7 Hari 7 Malam Jalan Tikus; Hari 4


TG/GPI – BUKA STUDIO 7 HARI 7 MALAM; JALAN TIKUS

Rabu, 17 Januari 2018
OPEN LAB

19.30 WIB
Open Lab kedua dalam rangkaian Buka Studio TG/GPI ini akan menampilkan dua pertunjukan kontemporer berbasis teks-teks tradisi Jawa.

Pertunjukan pertama:
MACAPATAN Kontemporer
“Bedhahing Kutha Ngayogyakarta” oleh Paksi Raras

Pertunjukan kedua:
“DONGENG PRAJURIT”
Tafsir lintas disiplin atas babat (sejarah) yang sama dengan di atas, yang akan dibawakan oleh:
Raden Mas Chandra Buntala a.k.a Prihatmoko Moki
Raden Mas Wirasena Sentana a.k.a Gunawan Maryanto
Tumenggung Gandewa Hantoro a.k.a Sandi Kalifadani
Adipati Gentala Sumina a.k.a Octo Cornelius
Adipati Batara Handaru a.k.a kikiretake

——-

OPEN LAB
adalah laboratorium terbuka untuk mengolah, memperkuat, dan atau mengujicobakan karya ke hadapan jaringan seniman dan publik. Karya-karya lintas atau pasca disiplin di ruang ini cenderung berada di tahap awal atau pertengahan proses kerja (work-in-progress).

Buka Studio 7 Hari 7 Malam Jalan Tikus; Hari 3


TG/GPI – BUKA STUDIO 7 HARI 7 MALAM; JALAN TIKUS

Selasa, 16 Januari 2018
OPEN LAB

08.00 WIB
Yoga bersama Lusia Neti. Karena berkesenian juga membutuhkan tubuh yang sehat dan bugar.

19.30 WIB
Presentasi dua karya pertunjukan work-in-progress yang bertolak dari dan mencoba menelusuri tegangan antara arsip (peristiwa dalam ruang waktu yang dibekukan; tertulis atau terekam), dan repertoar (peristiwa dalam ruang waktu yang hidup).

1. “Menonton Filem Turang” (Akbar Yumni dan kawan-kawan)
Berangkat dari keberadaan korpus arsip yang hilang atau musnah pada sebuah rezim, arsip film Turang karya Bachtiar Siagian, proyek ini berusaha untuk ‘menghadirkan ulang’ keberadaan arsip tersebut. Istilah menghadirkan ulang menjadi pertanyaan-pertanyaan yang susah diuji, apakah pengertian ‘menghadirkan ulang’ adalah pada medium, artistik, estetika, dan lain sebagainya, atau ‘menghadirkan ulang’ dalam pengertian re-enactment, re-kontruksi, repertoar, dan lain sebagainya, sembari secara serentak proyek ini mempertanyakan ulang apa itu arsip, masa lalu dan sejarah.

2. “Nyae” (Dendi Madiya bersama Artery Performa & Sanggar O)
Pertunjukan ini mendasarkan diri pada arsip adegan-adegan permulaan dari tiga pertunjukan Teater Sae yang memiliki dokumentasi video: Pertumbuhan di Atas Meja Makan (1991), Biografi Yanti Setelah 12 Menit (1992) dan Migrasi dari Ruang Tamu (1993). Durasi yang coba dikejar untuk di-copy paste dari setiap arsip nomor pertunjukan itu ke dalam peristiwa pertunjukan hidup berkisar antara 5 sampai 10 menit. Musik dan bebunyian pada video diambil untuk dipadukan dengan pertunjukan hidup (live performance) yang berlangsung di hadapan penonton. Arsip-arsip rekaman obrolan dengan beberapa kreator Teater Sae dan dokumentasi latihan juga akan turut “ditampilkan”.

Setelah presentasi dua kerja work-in-progress tersebut akan diadakan diskusi, dengan pemantik diskusi: Taufik Darwis.

Buka Studio 7 Hari 7 Malam Jalan Tikus; Hari 2


TG/GPI – BUKA STUDIO 7 HARI 7 MALAM; JALAN TIKUS

Senin, 15 Januari 2018
BLOCKNOT FORUM

15.30 WIB
Peluncuran buku puisi Kembang Sepasang karya Gunawan Maryanto
Diskusi oleh Gunawan Maryanto, Joko Pinurbo dan Shohifur Ridho’i

KLUB TONTON DAN PERIKSA (KTP) X SIMAMAT (Diskusi Malam Jumat)
19.30 WIB
“Komedi Gelap” (Pemutaran Film-Film Pendek)
1. Dead of the Soundman (Sorayos Prapapan)
2. Kisah Hari Minggu (Adi Marsono)
3. Polah (Arie Surastio)
4. Mars; Do Not Pee Randomly (Muhammad Marhawi)
5. KTP (Bobby Prasetyo)
Pemantik Diskusi: Yosep Anggi Noen
Moderator: Suluh Pamuji

Gunawan Maryanto adalah salah satu seniman rekanan dan Artistic Associates di Teater Garasi, seorang aktor, sutradara, penulis, dan penyair. Dia menerbitkan banyak buku fiksi dan mendapatkan Khatulistiwa Literary Award untuk buku puisinya, Sejumlah Perkutut untuk Bapak (2010). Sejak 2010, ia dan Joned Suryatmoko dan Lusia Neti telah menjalankan Indonesia Dramatic Reading Festival. Film terakhir di mana ia berperan adalah Istirahatlah Kata-Kata, disutradarai oleh Yosep Anggi Noen.

SIMAMAT atau diskuSi sineMA juMAT adalah forum yang di inisiasi Limaenam Films pada awal tahun 2014; dan diramaikan oleh individu ataupun kelompok perfilman di Yogyakarta. Sebagaimana namanya, forum ini awalnya dilangsungkan secara semi-rutin setiap hari Jumat, dengan sistem season dengan program diskusi sinema yang semi-direncanakan. Saat ini SIMAMAT sedang merancang program-programnya secara lebih terperinci dan terencana. Sembari terus menyempurnakan formatnya dan membuktikan konsistensinya, SIMAMAT memposisikan diri sebagai ruang berbagi, ruang artikulasi, dan ruang untuk mengembangkan teori dan praktik alternatif tentang sinema.

Buka Studio 7 Hari 7 Malam Jalan Tikus; Hari 1


TG/GPI – BUKA STUDIO 7 HARI 7 MALAM; JALAN TIKUS

Minggu, 14 Januari 2018
CABARET CHAIRIL

15.30 WIB
Tari Gedruk Topeng Ireng (Komunitas Seni Kampung Nitiprayan)

19.30 WIB
Out of in the Penal Colony: The Partisan Edition (69 Performance Club)
Untitled (Tamara Pertamina)
Refreshing (Ferial Afiff)
Pemantik Diskusi: Joned Suryatmoko

69 Performance Club adalah sebuah inisiatif yang digagas oleh Forum Lenteng untuk studi fenomena sosial kebudayaan melalui seni performance. Kegiatan 69 Performance Club berupa workshop, performance setiap bulan, diskusi dan riset tentang perkembangan performance di Indonesia.

Ferial Afiff adalah seniman-fasilitator berdomisili di Indonesia. Karyanya mengeksplorasi hubungan antara seni dengan budaya-sosio-politik-lingkungan, mengamati keberadaan tubuh dalam lokasi tertentu, kemungkinan performance dan tindakan sebagai mediator untuk terlibat dengan masyarakat serta berbagai situasi hidup keseharian. Dalam proses berkreasinya, dia sering mempersilangkan dan mencoba berbagai metode yang berbeda secara organik, bekerja dengan orang lain, tertarik hampir kesemua hal, mengamati-meneliti-mengeksplorasi berbagai tema tanpa batasan dari bidang atau latar belakang apapun. Ferial juga anggota Lifepatch.org (prakarsa warga dalam seni-sains-teknologi).

Tamara tertarik kesenian semenjak bergabung Makcik Project pada tahun 2011-2013. Akhir tahun 2013 ia menginisiasi WE ARE HUMAN Project, berkolaborasi dengan individu dan komunitas yang berprofesi sebagai pengamen dan pekerja seks, bersama-sama mengupayakan ruang alternatif untuk workshop keterampilan serta performance selain di jalan. Tamara menginisiasi sebuah ekspedisi riset “Waria Nusantara” yg dimulai dengan menemui pendeta agama Bugis Kuno pra-Islam, atau bissu, di Sulawesi Selatan.