AGENDA KARNAVAL 20th TEATER GARASI, 12-26 Januari 2014

agenda bertukar tangkap dengan lepas

 

12 Januari 2014
10.00 WIB     :
Pameran Dibuka untuk Publik
13.00 WIB    :
Pemutaran Video Pertunjukan Panji Koming Gulung Koming
15.00 WIB    :
Workshop Menulis Puisi: Membaca Peristiwa Teater
Fasilitator: Gunawan Maryanto

13 Januari 2014
15.00 WIB    :
Workshop Menulis Puisi: Membaca Peristiwa Teater  Fasilitator: Gunawan Maryanto
18.00 WIB    :
Pemutaran Video Pertunjukan Waktu Batu #1: Kisah-kisah yang Bertemu di  Ruang Tunggu

14 Januari 2014
10.00 WIB    :
Workshop Dramatic Reading (Pelisanan Teks) Fasilitator: Gunawan Maryanto
15.00 WIB    :
Workshop Menulis Puisi: Membaca Peristiwa Teater  Fasilitator: Gunawan Maryanto
20.00 WIB    :
Pertunjukan [Penciptaan Ulang] SUM: Cerita dari Rantau oleh Kelompok   Sahita

15 Januari 2014
10.00 WIB    :
Workshop Musik Scoring the Moment Fasilitator: Risky Summerbee & Yennu Ariendra
15.00 WIB    :
Workshop Dramatic Reading (Pelisanan Teks) Fasilitator: Gunawan Maryanto
19.00 WIB    :
Diskusi Buku Goyang Penasaran: Naskah Drama dan Catatan Proses, Pembicara: Mira Lesmana & Titarubi  Moderator: Syafiatudina

16 Januari 2014
10.00 WIB    :
Workshop Musik Scoring the Momen Fasilitator: Risky Summerbee & Yennu Ariendra
15.00 WIB    :
Workshop Keaktoran: Rasaboxes  Fasilitator: Theodorus Christanto
20.00 WIB    :
Pertunjukan [Reenactment] Sri oleh Komunitas RendeZvous
Pertunjukan [Penciptaan Ulang] Repertoar Hujan; Tentang Seorang Lelaki  yang   Demikian Mencintai Hujan oleh Tomomi Yokosuka & Rendra Bagus Pamungkas

17 Januari 2014
13.00 WIB    :
Pemutaran Video Pertunjukan Carousel
15.00 WIB    :
Workshop Keaktoran: Rasaboxes Fasilitator: Theodorus Christanto

18 Januari 2014
15.00 WIB    :
Pemutaran Video Pertunjukan:
– Tentang Seorang Lelaki yang Demikian Mencintai Hujan
– Empat Penggal Kisah Cinta

20.00 WIB    :
Pertunjukan [Reenactment] Repertoar Hujan; Tentang Seorang Lelaki yang   Demikian Mencintai Hujan oleh Tita Dian Wulansari

Pertunjukan [Reenactment] Sahabat Terbaik oleh Ricky Setiawan & Tita Dian Wulansari

Pertunjukan [Penciptaan Ulang] DEMAM (Sri Kehujanan di Jalan) oleh Bengkel Mime Theatre

19 Januari 2014
10.00 WIB
Workshop Musik Scoring the Moment Fasilitator: Risky Summerbee & Yennu Ariendra
19.00 WIB
Gathering SAGA (Program Public Fundraising Sahabat Garasi)

20 Januari 2014
10.00 WIB
Masterclass Interaksi Fasilitator: Yudi Ahmad Tajudin
20.00 WIB
Pertunjukan [Reenactment] Panji Koming Gulung Koming oleh Febrianus Anggit  dan Dioren Jalu Permana
Pertunjukan [Reenactment] DISKO: Gadis Toko oleh Arsita Iswardhani, Cinantya Pinasthika, Elisabeth Lespirita Veani, Laila Putri Wartawati
Pertunjukan [Reenactment] Sum: Cerita dari Rantau oleh Sulistyawati

21 Januari 2014
10.00 WIB
Masterclass Interaksi Fasilitator: Yudi Ahmad Tajudin
20.00 WIB
Dramatic Reading Pernikahan Perak oleh Siti Fauziah & Irfanuddien Ghozali
Pertunjukan [Reenactment] Monolog Hamm (naskah Endgame) oleh Alex Suhendra
Pertunjukan [Reenactment] Les Paravents: Sketsa-sketsa Negeri Terbakar oleh Om Imot, Robertus Rony Setiawan, Shohifur Ridho Ilahi, Waris Lakek

22 Januari 2014
15.00 WIB
Perbincangan Sutradara Yudi Ahmad Tajudin berbincang dengan Ria Papermoon, Andy SW, dan Danang Pamungkas
20.00 WIB
Pertunjukan [Reenactment] Tempat Istirahat oleh Nunung Deni Puspitasari  & Padmo Adi
Pertunjukan Kado dari Citra Pratiwi

23 Januari 2014
10.00 WIB
Seminar Ruang dan Kepenontonan Pembicara: Yoshi Fajar Kresno Murti & Marco Kusumawijaya Moderator: Syafiatudina
Seminar Arsip dan Repertoar Pembicara: Farah Wardani & Adi Wicaksono Moderator: Syafiatudina
20.00 WIB
Pertunjukan [Reenactment] Waktu Batu #3: Deus ex Machina dan Perasaan-perasaanku Padamu oleh Vassia Valkanioti
Pertunjukan [Penciptaan Ulang] “Grey” a part of Passion oleh Danang Pamungkas & Dewi Galuh Sinta Sari

24 Januari 2014
13.00 WIB
Seminar Kolaborasi dan Interdisiplin Pembicara: Yudi Ahmad Tajudin & Antariksa Moderator: Syafiatudina
20.00 WIB
Live at Teater Garasi menampilkan Endah N Rhesa

25 Januari 2014
15.00 WIB
Diskusi Penciptaan Ulang dan Reenactment
18.00 WIB
Pemutaran Video Pertunjukan Waktu Batu #3: Deus ex Machina dan Perasaan-perasaanku Padamu
20.00 WIB
9m15s/Nine Minutes Fiftheen Seconds oleh Forum Kreator

26 Januari 2014
20.00 WIB
Pertunjukan [Penciptaan Ulang] Waktu Batu #3: Deus ex Machina dan Perasaan-perasaanku Padamu oleh Papermoon Puppet Theatre

 

 

“Bertukar Tangkap dengan Lepas: Karnaval 20 Tahun Teater Garasi”

“Bertukar Tangkap dengan Lepas:
Karnaval 20 Tahun Teater Garasi”
Pameran-Pertunjukan-Peluncuran Buku-Seminar dan Diskusi-Konser Musik-Workshop-Kafe dan Toko Merchandise

11 – 26 Januari 2014
(Pameran berlangsung sampai 8 Februari 2014)
di Ark Galerie, Jl. Suryodiningratan 36 A Yogyakarta

Persembahan: Teater Garasi/Garasi Performance Institute,
didukung oleh: Ark Galerie Yogyakarta, Hivos dan Pemerintah Daerah Yogyakarta

Kurator: Ugoran Prasad.
Direktur Artistik: Jompet Kuswidananto. Co-Direktur Artistik: Alia Swastika.
Dramaturg: Yudi Ahmad Tajudin.

Bertukar Tangkap dengan Lepas: Karnaval 20 Tahun Teater Garasi adalah rangkaian peristiwa perayaan 20 tahun perjalanan Teater Garasi, salah satu kelompok teater terdepan di Indonesia saat ini. Perayaan ini juga dimaksudkan sebagai refleksi kritis atas sesilangan dan hubungan timbal-balik 20 tahun Teater Garasi dengan medan sosial, politik dan kebudayaan, baik di tingkat lokal maupun global.

Teater Garasi, penerima penghargaan Prince Claus tahun 2013, yang seniman dan karya-karyanya telah aktif memasuki pentas-pentas dunia sejak awal 2000-an, tepat berusia 20 tahun pada tanggal 4 Desember akhir tahun lalu,

Di samping pameran arsip dan dokumentasi kerja 20 tahun Teater Garasi, perayaan dan refleksi ini juga diwujudkan melalui serangkaian pertunjukan oleh seniman-seniman muda Yogyakarta dan Solo yang menafsir ulang dan menghidupkan kembali karya-karya pertunjukan Teater Garasi. Selain itu proyek ini juga akan diisi oleh peluncuran buku foto dan kumpulan tulisan 20 tahun Teater Garasi, seminar dan diskusi, workshop, konser musik “Live at Teater Garasi”, pemutaran video, temu SAGA (Sahabat Garasi), serta kafe dan toko pernak-pernik Teater Garasi. Seluruh rangkaian acara itu akan berlangsung di Ark Galerie, Jl. Suryodiningratan 36 A, Yogyakarta, pada tanggal 12-26 Januari 2014 (kecuali pameran arsip yang akan tetap buka sampai tanggal 8 Februari 2014).

Serangkaian acara perayaan dan refleksi ini berangkat dari kerangka pikiran yang ingin menimbang bagaimana kerja dan karya Teater Garasi selama 20 tahun ini mendekat, berdialog, berselisih atau mungkin menghindar dari kenyataan-kenyataan yang melingkupinya. Kerja seni pertunjukan tak pernah mungkin lepas dari kenyataan sosial yang menjebak, mengampu dan membentuknya. Karenanya, bagi Teater Garasi, mencapai usia ke duapuluh bukanlah suatu capaian subyektif semata. Di tengah situasi kebijakan-budaya yang masih belum ideal dalam kurun dua dekade terakhir, Bertukar Tangkap dengan Lepas mencoba menimbang nilai personal dan sosial dari kerja kesenian, berdasar berbagai keberhasilan dan kegagalannya.

Dengan kerangka pikiran itu proyek ini juga mengundang rekan-rekan seniman dan non-seniman dari beragam disiplin dan sahabat-sahabat yang pernah berproses bersama untuk turut memaknai perjalanan dan pertemuan sepanjang 20 Tahun ini dalam berbagai bentuk. Mereka adalah Kelompok Sahita, Papermoon Puppet Theatre, Bengkel Mime Theatre, Danang Pamungkas, Adi Wicaksono, Marco Kusumawijaya, Antariksa, Farah Wardani, Mira Lesmana, Titarubi, Syafiatudina, Endah N Rhesa, Yoshi Fajar Kresno Murti, Mella Jarsmaa, Wimo Ambala Bayang dan puluhan seniman-seniman muda Yogyakarta.

Info/Kontak:
Teater Garasi/Garasi Performance Institute Jl. Bugisan Selatan No. 36 A Tegal Kenongo Yogyakarta 55181, INDONESIA
Phone/Fax. +62 274 415844 E-mail garasi@teatergarasi.org  Homepage www.teatergarasi.org

 

“Bertukar Tangkap dengan Lepas:
Karnaval 20 Tahun Teater Garasi”
(“Playing Catch with the Fleeting: Carnival of 20 Years of Teater Garasi)

Exhibition-Performance-Book Launching-Seminar and Discussion-
Music Concert-Workshop-Cafe and Merchandise Shop

Jan. 12-26, 2014
(Exhibition until Feb. 8, 2014 at Ark Galerie, Jl. Suryodiningratan 36A, Yogyakarta

Presented by
Teater Garasi/Garasi Performance Institute
Supported by
Ark Galerie Yogyakarta, Hivos and Yogyakarta Administration

Curator: Ugoran Prasad
Artistic Director: Jompet Kuswidananto Co-Artistic Director: Alia Swastika
Dramaturg: Yudi Ahmad Tajudin

Playing Catch with the Fleeting: Carnival of 20 Years of Teater Garasi is a celebration and reflection project of 20 years of Teater Garasi, one of the leading theatre groups in Indonesia. The project is devised to be a critical reflection on the 20 years of intertwining and reciprocal relationship between Teater Garasi and the social, political and cultural realms in national and global levels.

Teater Garasi, which turned 20 on Dec. 4 last year, is a 2013 Prince Claus Laureate and a collective whose artists have made works that are appreciated not only nationally but also internationally.

The project will not only present exhibition of archives and documentation of Teater Garasi but also a number of performances by young artists from Yogyakarta and Solo who reinterpreted Teater Garasi’s works. This project will also have a launching of two books: Teater Garasi’s photo book and a collection of writings from Teater Garasi’s prominent audience and friends like Landung Simatupang, Nirwan Dewanto and Jennifer Lindsay. Teater Garasi has also prepared video screening, seminar and discussion, workshop, SAGA (Friends of Garasi) gathering, and a merchandise shop. This celebration will also have a music concert, “Live at Teater Garasi,” a regular music event usually held at Teater Garasi’s studio in Yogyakarta that has presented Frau, Sarita Fraya, Kartika Jahja, Belkastreska, and our resident artists’ bands: Risky Summerbee and the Honeythief and Melancholic Bitch. This time “Live at Teater Garasi,” that will have Endah N Rhesa, and all the other events will be held at Ark Galerie Yogyakarta.

“This project is an attempt at a contemplation on how Teater Garasi’s works for the past 20 years have been in a dialogue or in a disagreement with, and have approached or eluded realities,” artistic director of the project, Jompet Kuswidananto said. “We believe, performing arts works have never been separated from the social reality that traps, sustains and shapes them,” he said.
For Teater Garasi, arriving at the 20th year is not only a subjective achievement. Amid the situation where cultural policies and infrastructure are lagging, Playing Catch with the Fleeting wants to contemplate on the personal and social values of arts by taking into accounts the successes and the failures.

This project invites members of art and non-art communities from various disciplines and Teater Garasi’s friends who have made the journeys and the encounters meaningful: Kelompok Sahita, Papermoon Puppet Theatre, Bengkel Mime Theatre, Danang Pamungkas, Adi Wicaksono, Marco Kusumawijaya, Antariksa, Mira Lesmana, Titarubi, Yoshi Fajar Kresno Murti, Mella Jaarsma, Wimo Ambala Bayang and dozens of young artists from Yogyakarta and Solo.

11 Desember 2013, Teater Garasi di Amsterdam

Yudi Ahmad Tajudin mewakili Teater Garasi/Garasi Performance Institute, pada 11 Desember 2013 ini menghadiri seremoni penyerahan Prince Claus Awards yang diselenggarakan di The Citizens’ Hall of The Royal Palace Amsterdam.

Prince Claus Fund adalah sebuah organisasi terkemuka yang bermarkas di Amsterdam yang mendedikasikan programnya pada kebudayaan dan pembangunan.

Tahun ini adalah tahun pertama bagi sebelas individu/organisasi—Prince Claus Awards laureates— diundang ke Amsterdam untuk menghadiri seremoni penyerahan Awards. Dalam seremoni yang dihadiri oleh keluarga Kerajaan Belanda tersebut, HRH Prince Constantijn akan menyerahkan Principal Prince Claus Award (hadiah utama) kepada penyair dari Mesir; Ahmed Fouad Negm. Dan sepuluh individu/organisasi akan menerima Award di Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di negaranya masing-masing

Bersama dengan 10 organisasi dan individu lain yang berasal dari, antara lain, Cina, Mesir, Colombia, Pakistan, Trinidad Tobago, Teater Garasi telah dipilih melalui proses seksama oleh komite juri. Prince Claus Awards adalah penghargaan yang ditujukan kepada seniman, kaum intelektual, dan aktivis kebudayaan atas kualitas kerja yang prima dan sumbangsih yang signifikan pada pengembangan lingkungannya. Sejak 1997 Prince Claus Awards memberikan hadiah ini kepada perorangan, grup, dan organisasi di Afrika, Asia, Amerika Latin, dan Kepulauan Karibia

Dalam surat keputusan Prince Claus Fund yang dikirimkan kepada Teater Garasi, dituliskan bahwa kualitas merupakan hal tak terbantahkan yang harus dimiliki oleh para penerima penghargaan. Tujuh juri dari komite Prince Claus Awards memutuskan Teater Garasi layak memperoleh penghargaan ini dengan beberapa alasan: “… Atas semangat penjelajahan dan terobosan karya-karya mereka yang merangsang seni pertunjukan di Asia Tenggara; atas karya-karya inovatif mereka yang menggairahkan (vibrant) dan beragam, yang menawarkan pengalaman keterlibatan serta ide-ide yang menantang; atas kemampuan Teater Garasi menerobos batas-batas teater sebagai “seni tinggi” (high-art), menggabungkan yang modern dan yang tradisional, melibatkan publik luas melalui (di dalam) kekuatan seni pertunjukan; dan atas kemampuan Teater Garasi menekankan serta merayakan watak masyarakat Indonesia yang majemuk dan kompleks dalam karya-karya mereka.”

Dalam proses pemilihannya, komite Prince Claus Awards menerima nominasi dari berbagai pihak tanpa sepengetahuan para kandidat itu sendiri. Setelah menerima nominasi, komite melakukan penelitian menyeluruh atas para kandidat dengan, salah satunya, mewawancarai banyak orang penting yang dianggap tahu apakah satu kandidat layak atau tidak diberi penghargaan. Untuk tahun ini, Prince Claus Awards memilih kandidat yang sesuai dengan tema Prince Claus Fund yang tahun ini berfokus pada “Culture and Conflict”. Untuk lebih lengkapnya silakan kunjungi: princeclausfund.org

Segala hal di atas yang ditetapkan sebagai penilaian prima kepada Teater Garasi, tak lepas dari identitas Teater Garasi sebagai kolektif seniman lintas disiplin yang menjelajah dan merancang berbagai kemungkinan pertunjukan dan penciptaan seni sebagai bagian dari upaya membaca, menyingkap dan memahami perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya.

Selain menghadiri seremoni penyerahan Awards, Yudi Ahmad Tajudin selaku Direktur Umum Teater Garasi/Garasi Performance Institute, dijadualkan menghadiri rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Prince Claus Fund, yang diberi tajuk “Culture in Action” berupa pameran, lecture, pertemuan dengan para seniman dan para presenter (individu yang mewakili organisasi yang berwenang dan memiliki kemampuan untuk mengundang dan menampilkan suatu karya seni pertunjukan yang diminatinya) dari berbagai negara. Selain itu juga dinner bersama walikota Amsterdam.

 

19,20,26,27 Oktober 2013, The Juggler’s Tale, Shizuoka Performing Arts Center (SPAC)-Jepang, Disutradarai oleh Yudi Ahmad Tajudin

Yudi Ahmad Tajudin menjadi sutradara tamu untuk Shizuoka Performing Arts Center (SPAC), Jepang
Salah satu pendiri dan direktur Teater Garasi/Garasi Performance Institute, Yudi Ahmad Tajudin, diundang oleh Shizuoka Performing Arts Center (SPAC) di Jepang untuk menyutradai pertunjukan berdasar naskah penulis Jerman Michael Ende, Das Gauklermarchen atau The Juggler’s Tale, yang akan dipentaskan di panggung SPAC selama dua minggu di hadapan kurang lebih 5.000 penonton.

Pertunjukan The Juggler’s Tale merupakan bagian dari program International Production of SPAC, di mana setiap tahun SPAC mengundang sutradara tamu dari luar Jepang untuk menyutradarai pertunjukan di SPAC. Menurut Kazato Saeki dari SPAC, sejak 1999, Shizuoka telah menjadi tuan rumah bagi sejumlah sutradara teater dari berbagai negara dan akhir-akhir ini terutama para sutradara dan seniman terpandang dari Eropa seperti dari Prancis (Claude Regy, Daniel Jeanneteau), Swiss, Jerman dan Itali, juga dari Korea (Lee Youn-taek), Kamerun (Merlin Nyakam) dan Kolombia (Omar Porras).

Yudi adalah seniman Indonesia pertama yang diundang oleh SPAC untuk menyutradarai pertunjukan dalam program International Production tersebut. Menurut Kazato, para penonton dan para seniman di SPAC sangat menyukai pertunjukan Teater Garasi, Je.ja.l.an, yang disutradarai oleh Yudi, yang dipentaskan di Shizuoka Spring Arts Festival yang mereka selenggarakan di tahun 2010. Kemudian di tahun 2013, di bawah kepemimimpin direktur artistik umum, Miyagi Satoshi, SPAC mengundang Yudi untuk menyutradarai produksi The Juggler’s Tale, yang sepenuhnya dimainkan oleh aktor-aktor Jepang dalam bahasa Jepang.

“Ketika teater kami sedang menimbang untuk menggarap The Juggler’s Tale sebagai salah satu produksi baru kami, Yudi adalah orang yang kami anggap sebagai sutradara paling berpotensi untuk menggabungkan intisari dari pertunjukan dengan musik secara efektif,” kata Kazato.

Yudi mengajak musisi Melancholic Bitch yang juga seniman Teater Garasi, Yennu Ariendra, untuk menggarap musik The Juggler’s Tale. Untuk desain cahaya, Yudi mengundang seniman Teater Garasi lain, Ignatius “Clink” Sugiarto, yang telah malang melintang di teater-teater besar di tanah air.

“Tentu saja ini merupakan suatu kehormatan buat saya. SPAC, dengan pergelaran program-program mereka telah menjadi salah satu pusat seni pertunjukan yang kuat di Jepang.” .

Yudi, yang sedang di Shizuoka untuk tahap akhir dari persiapan produksi (tahap pertama di bulan Juli hingga Agustus kemarin), mengatakan bahwa perbedaan bahasa dan kultur menjadi tantangan di produksi ini. Yudi menyutradarai dalam bahasa Inggris yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Jepang dan sebaliknya oleh seorang interpreter.

Namun perbedaan kultur, menurut Yudi, justru membuat produksi ini bisa semakin kaya; Yudi menjadikan perbedaan kultur antara dirinya, sebagai sutradara Indonesia, dan aktor-aktor Jepang, justru sebagai salah satu pijakan dalam menggarap “Das Gauklermarchen” ini. Bersama music director Yennu Arienda dan penata cahaya Clink Sugiarto, Yudi menggarap karya ini dengan semangat dan kerangka pertunjukan “silang budaya”. Konsep ini disambut baik oleh SPAC dan seniman-seniman Jepang yang terlibat.

SPAC didirikan oleh pemerintah kota Shizuoka pada tahun 1995, menjadikannya pionir dari organisasi seni pertunjukan yang dibiayai publik di Jepang. Selain mengundang seniman internasional, SPAC memiliki sendiri para senimannya (resident artists), staf produksi, tempat pertunjukan dan fasilitas pendukung lainnya. Misi dari SPAC adalah tak hanya memproduksi karya orisinil tetapi juga mengundang kelompok seni atau seniman yang berkualitas (sophisticated) dari negara lain.

 

Jadual Pertunjukan (waktu Jepang )

19 Oktober 2013 pk 15:00, dilanjutkan dengan After Talk dengan Yudi Ahmad Tajudin
20 Oktober 2013 pk 14:00
26 Oktober 2013 pk 15:00
27 Oktober 2013 pk 14:00
2 November 2013 pk 15:00
3 November 2013 pk 14:00

Silakan buka :
http://www.spac.or.jp/13_juggler.html

Featured image : Photo courtesy of SPAC