RISKY SUMMERBEE

Rizky Sasono atau lebih dikenal dengan nama Risky Summerbee adalah seorang musisi / peneliti dan bergabung sebagai seniman mukim Teater Garasi sejak tahun 2001.

Penyanyi dan penulis lagu ini sudah merilis tiga album musik bersama Risky Summerbee & the Honeythief, ‘The Place I Wanna Go’ (2009), ‘Preamble’ (2011), dan ‘Pillow Talk’ (2014). Kelompok multi-genre ini pernah menjadi feature dalam beberapa festival musik diantaranya’Rocking The Region – Esplanade Singapura’ (2010), RRECFEST (2011), OzAsia Festival – Adelaide, Australia (2015), Ngayogjazz (2016). Bersama kelompok ini pula Risky menginisiasi beberapa pertunjukan hybrid ‘She Flies Tomorrow’ (2007) ‘The Rise and Fall of a Scoundrel Queen’ (2007), kolaborasi bersama Slamet Gundono dalam ‘Memoirs of Gandari’ (2008)   I Walk the Urban Streets (2010) bersama Ruang Rupa. Sejak 2009 mengelola program ‘Live at Teater Garasi’, pertunjukan musik / konser kelompok-kelompok musik independen terdepan (cutting-edge) di Indonesia dan dari luar Indonesia.

Sebagai music director, ia kontributif terhadap karya-karya Teater Garasi diantaranya ‘Waktu Batu I’ (2002), ‘Goyang Penasaran’ (2011), ‘Endgame’ (2013), serta Je.ja.l.an (2008, 2010, 2015). Di luar Teater Garasi, Risky pernah menjadi music director dua film sutradara Dirmawan Hatta, ‘Optatissimus’ (2012), Kau dan aku Cinta Indonesia (2013), serta film pendek sutradara Ninndi Raras, ‘Kitorang Basudara’ (2015). Bersama koreografer tari Ajeng Fatimah Soleman, ia berkolaborasi dalam karya ‘Endchat’ (2013), (Be)Longing (2014), dan ‘Pada Batas/On The Verge’ (2015).

Pada tahun 2014, bersama rekan musisi/peneliti – Leilani Hermiasih – mendirikan LARAS – Studies of Music in Society, sebuah kelompok kajian musik dalam masyarakat.