Sebuah pertunjukan karya kolaborasi Yasuhiro Morinaga (seniman bunyi dan komposer musik, Jepang) dan Yudi Ahmad Tajudin (sutradara teater kontemporer, Indonesia).

Pertunjukan ini disebut ‘teater-bunyi’ karena di dalam karya ini bunyi adalah yang utama, bukan ilustrasi. Peristiwa teater (gerak, imaji, narasi, emosi dan mungkin: makna) dalam pertunjukan ini diciptakan berdasarkan komposisi bunyi, bukan naskah lakon, dan juga menekankan kehadiran serta makna dari (komposisi) bunyi tersebut.

Dengan kerangka estetika seperti itu, pertunjukan ini juga akan dipentaskan dengan sistem tata suara 3D-immersive: sistem tata suara yang menempatkan keluaran (output) suara di seluruh ruangan teater (bukan hanya di panggung) sehingga kehadiran suara akan datang dari banyak arah, dari seluruh penjuru. Suara akan terdengar menyeluruh dan memenuhi ruangan di mana penonton berada. Sistem tata suara pertunjukan Gong ex Machina dirancang oleh penata suara kenamaan dari Jepang, Tetsushi Hirai.

Judul “Gong ex Machina” disusun dengan kesadaran bermain-main dengan istilah teknis dalam konvensi pentas teater Yunani Tua pada sekitar abad 5 SM, Deus ex Machina, yang artinya kurang lebih: Dewa di dalam/melalui mesin. Istilah ini menunjuk pada teknik menghadirkan aktor yang berperan sebagai dewa ke atas panggung tragedi Yunani baik melalui alat seperti derek (crane), dari atas ke bawah, atau muncul dari bawah panggung melalui semacam pintu khusus (trap door) di lantai panggung. Perpaduan dan permainan kata dalam judul Gong ex Machina, kemudian bisa diterjemahkan menjadi: Gong yang berada di dalam atau hadir melalui mesin.

Secara tematik “Gong ex Machina” bertolak dari refleksi atas hasil penelitian Yasuhiro Morinaga yang luas dan mendalam terhadap kebudayaan Gong di negara-negara Asia Tenggara. Salah satu temuan utama dari penelitian itu adalah bagaimana musik/bunyi dan instrumen Gong berfungsi sebagai medium komunikasi dengan entitas supra-natural (leluhur, dewa, tuhan), atau bahkan menjadi perwujudan entitas tersebut, di dalam ritual yang dilakukan di banyak kebudayaan di Asia Tenggara. Dewa di dalam/melalui gong.

Pertunjukan teater bunyi (sonic theater performance), karya kolaborasi Yasuhiro Morinaga dan Yudi Ahmad Tajudin, serta penata suara ternama dari Jepang dan seniman-seniman lintas disiplin lain dari Indonesia, Gong ex Machina, akan dipentaskan pada tanggal 29 – 30 November, 2018.

Produksi bersama Teater Garasi/Garasi Performance Institute dan The Kingdom of Archipelago.

Untuk informasi lebih jauh, nantikan kabar dari Teater Garasi selanjutnya.