Nubun Tawa Festival Seni dan Budaya Flores Timur resmi dibuka Jumat, 5 Oktober 2018, dengan ditandai penyalaan obor oleh Bupati Flores Timur kepada 7 Kepala Desa.

Rangkaian pentas seni tradisi dan pertunjukan budaya Lewolema, di desa Bantala, membuka Festival Nubun Tawa, festival seni budaya berbasis masyarakat Flores Timur. Selepas terang festival bergerak ke bukit Eta Kenere, menggelar serangkaian pentas dari Darlene Litaay (Papua), Iwan Dadijono (Yogyakarta), Kung Opa (Larantuka) dan Veronika Ratumakin (Adonara), dan diakhiri dengan tari pergaulan “Dolo-dolo” dari warga desa Bantala.



Festival Nubun Tawa merupakan bagian dari program AntarRagam (Performing Differences). Bekerja sama pemerintah daerah,mitra Teater Garasi di kota Larantuka merespon dan menyegarkan Festival Seni dan Budaya Flores Timur yang telah menjadi agenda tahunan Dinas Pariwisata Flores Timur selama ini. Festival Nubun Tawa diselenggarakan di Kecamatan Lewolema, dirancang bersama-sama antara komunitas anak muda, masyarakat desa, dan pemerintah daerah Flores Timur, sebagai upaya untuk menghidupkan dan menjaga budaya sebagai perekat keberagaman di bumi Lamaholot. Keterlibatan komunitas/masyakarakat di 7 desa di Kecamatan Lewolema menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan Festival Seni dan Budaya Flores Timur menjadi festival berbasis masyarakat/komunitas.

Agenda festival Sabtu, 6 Oktober 2018: Pameran Tattoo Tradisional Budaya Lewolema, Teater Basa Tupa di Desa Riangkotek, Diskusi Budaya Lamaholot (Lewolema) di Desa Riangkotek, karnaval budaya, upacara Lodo Ana, musik akustik Rumbu Rampe & Ivan Nestoman, monolog oleh Ruth Marini saat matahari tenggelam di pinggir Pantai Kawaliwu.

Festival Nubun Tawa berlangsung hingga 7 Oktober 2018 dengan berbagai macam seni tradisi dan upacara adat Lamaholot, serta pertunjukan-pertunjukan seni lainnya.



__

Nubun Tawa Festival Seni dan Budaya Flores Timur telah usai setelah berlangsung dengan meriah selama 3 hari dari tanggal 5 hingga 7 Oktober 2018, di 7 desa di Kecamatan Lewolema, Flores Timur.

Ucapan terima kasih atas undangan dan kepercayaan pada Teater Garasi untuk ikut merancang serta mewujudkan festival seni dan budaya berbasis masyarakat ini, ingin Teater Garasi haturkan kepada: Bapak Bupati dan Wakil Bupati, Kepala Dinas Pariwisata dan seluruh jajarannya, serta seorang aktivis seni dan budaya di Flores Timur yang tangguh, saudara Silvester Hurit. Juga pada rekan Frano Tukan yang membantu mempertemukan kami dengan pemerintah daerah Flores Timur.

Teater Garasi juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Selvi, Mance, Ipung dan rekan-rekan komunitas Cisil Ina Galekat (CIG-Larantuka) yang lain, yang dengan penuh semangat ikut mendukung kerja persiapan dan pelaksanaan Festival Nubun Tawa.

Apresiasi setingginya juga ingin Teater Garasi haturkan kepada segenap warga desa Bantala, Riangkotek, Kawaliwu, Balukhering dan Ile Padung yang dengan antusias menyambut kerangka festival yang mendasarkan diri pada keterlibatan mereka, warga-masyarakat, dan bergotong royong dengan swadaya dalam menyiapkan dan melaksanakan acara-acara festival yang berlangsung di desa mereka. Teater Garasi belajar banyak perihal kekuatan keragaman seni budaya dalam menghadapi dan membangun dialog dengan perubahan-perubahan dunia.

Terima kasih, dan selamat. Pai Taan Tou!