“Bertukar Tangkap dengan Lepas:
Karnaval 20 Tahun Teater Garasi”
Pameran-Pertunjukan-Peluncuran Buku-Seminar dan Diskusi-Konser Musik-Workshop-Kafe dan Toko Merchandise

11 – 26 Januari 2014
(Pameran berlangsung sampai 8 Februari 2014)
di Ark Galerie, Jl. Suryodiningratan 36 A Yogyakarta

Persembahan: Teater Garasi/Garasi Performance Institute,
didukung oleh: Ark Galerie Yogyakarta, Hivos dan Pemerintah Daerah Yogyakarta

Kurator: Ugoran Prasad.
Direktur Artistik: Jompet Kuswidananto. Co-Direktur Artistik: Alia Swastika.
Dramaturg: Yudi Ahmad Tajudin.

Bertukar Tangkap dengan Lepas: Karnaval 20 Tahun Teater Garasi adalah rangkaian peristiwa perayaan 20 tahun perjalanan Teater Garasi, salah satu kelompok teater terdepan di Indonesia saat ini. Perayaan ini juga dimaksudkan sebagai refleksi kritis atas sesilangan dan hubungan timbal-balik 20 tahun Teater Garasi dengan medan sosial, politik dan kebudayaan, baik di tingkat lokal maupun global.

Teater Garasi, penerima penghargaan Prince Claus tahun 2013, yang seniman dan karya-karyanya telah aktif memasuki pentas-pentas dunia sejak awal 2000-an, tepat berusia 20 tahun pada tanggal 4 Desember akhir tahun lalu,

Di samping pameran arsip dan dokumentasi kerja 20 tahun Teater Garasi, perayaan dan refleksi ini juga diwujudkan melalui serangkaian pertunjukan oleh seniman-seniman muda Yogyakarta dan Solo yang menafsir ulang dan menghidupkan kembali karya-karya pertunjukan Teater Garasi. Selain itu proyek ini juga akan diisi oleh peluncuran buku foto dan kumpulan tulisan 20 tahun Teater Garasi, seminar dan diskusi, workshop, konser musik “Live at Teater Garasi”, pemutaran video, temu SAGA (Sahabat Garasi), serta kafe dan toko pernak-pernik Teater Garasi. Seluruh rangkaian acara itu akan berlangsung di Ark Galerie, Jl. Suryodiningratan 36 A, Yogyakarta, pada tanggal 12-26 Januari 2014 (kecuali pameran arsip yang akan tetap buka sampai tanggal 8 Februari 2014).

Serangkaian acara perayaan dan refleksi ini berangkat dari kerangka pikiran yang ingin menimbang bagaimana kerja dan karya Teater Garasi selama 20 tahun ini mendekat, berdialog, berselisih atau mungkin menghindar dari kenyataan-kenyataan yang melingkupinya. Kerja seni pertunjukan tak pernah mungkin lepas dari kenyataan sosial yang menjebak, mengampu dan membentuknya. Karenanya, bagi Teater Garasi, mencapai usia ke duapuluh bukanlah suatu capaian subyektif semata. Di tengah situasi kebijakan-budaya yang masih belum ideal dalam kurun dua dekade terakhir, Bertukar Tangkap dengan Lepas mencoba menimbang nilai personal dan sosial dari kerja kesenian, berdasar berbagai keberhasilan dan kegagalannya.

Dengan kerangka pikiran itu proyek ini juga mengundang rekan-rekan seniman dan non-seniman dari beragam disiplin dan sahabat-sahabat yang pernah berproses bersama untuk turut memaknai perjalanan dan pertemuan sepanjang 20 Tahun ini dalam berbagai bentuk. Mereka adalah Kelompok Sahita, Papermoon Puppet Theatre, Bengkel Mime Theatre, Danang Pamungkas, Adi Wicaksono, Marco Kusumawijaya, Antariksa, Farah Wardani, Mira Lesmana, Titarubi, Syafiatudina, Endah N Rhesa, Yoshi Fajar Kresno Murti, Mella Jarsmaa, Wimo Ambala Bayang dan puluhan seniman-seniman muda Yogyakarta.

Info/Kontak:
Teater Garasi/Garasi Performance Institute Jl. Bugisan Selatan No. 36 A Tegal Kenongo Yogyakarta 55181, INDONESIA
Phone/Fax. +62 274 415844 E-mail garasi@teatergarasi.org  Homepage www.teatergarasi.org

 

“Bertukar Tangkap dengan Lepas:
Karnaval 20 Tahun Teater Garasi”
(“Playing Catch with the Fleeting: Carnival of 20 Years of Teater Garasi)

Exhibition-Performance-Book Launching-Seminar and Discussion-
Music Concert-Workshop-Cafe and Merchandise Shop

Jan. 12-26, 2014
(Exhibition until Feb. 8, 2014 at Ark Galerie, Jl. Suryodiningratan 36A, Yogyakarta

Presented by
Teater Garasi/Garasi Performance Institute
Supported by
Ark Galerie Yogyakarta, Hivos and Yogyakarta Administration

Curator: Ugoran Prasad
Artistic Director: Jompet Kuswidananto Co-Artistic Director: Alia Swastika
Dramaturg: Yudi Ahmad Tajudin

Playing Catch with the Fleeting: Carnival of 20 Years of Teater Garasi is a celebration and reflection project of 20 years of Teater Garasi, one of the leading theatre groups in Indonesia. The project is devised to be a critical reflection on the 20 years of intertwining and reciprocal relationship between Teater Garasi and the social, political and cultural realms in national and global levels.

Teater Garasi, which turned 20 on Dec. 4 last year, is a 2013 Prince Claus Laureate and a collective whose artists have made works that are appreciated not only nationally but also internationally.

The project will not only present exhibition of archives and documentation of Teater Garasi but also a number of performances by young artists from Yogyakarta and Solo who reinterpreted Teater Garasi’s works. This project will also have a launching of two books: Teater Garasi’s photo book and a collection of writings from Teater Garasi’s prominent audience and friends like Landung Simatupang, Nirwan Dewanto and Jennifer Lindsay. Teater Garasi has also prepared video screening, seminar and discussion, workshop, SAGA (Friends of Garasi) gathering, and a merchandise shop. This celebration will also have a music concert, “Live at Teater Garasi,” a regular music event usually held at Teater Garasi’s studio in Yogyakarta that has presented Frau, Sarita Fraya, Kartika Jahja, Belkastreska, and our resident artists’ bands: Risky Summerbee and the Honeythief and Melancholic Bitch. This time “Live at Teater Garasi,” that will have Endah N Rhesa, and all the other events will be held at Ark Galerie Yogyakarta.

“This project is an attempt at a contemplation on how Teater Garasi’s works for the past 20 years have been in a dialogue or in a disagreement with, and have approached or eluded realities,” artistic director of the project, Jompet Kuswidananto said. “We believe, performing arts works have never been separated from the social reality that traps, sustains and shapes them,” he said.
For Teater Garasi, arriving at the 20th year is not only a subjective achievement. Amid the situation where cultural policies and infrastructure are lagging, Playing Catch with the Fleeting wants to contemplate on the personal and social values of arts by taking into accounts the successes and the failures.

This project invites members of art and non-art communities from various disciplines and Teater Garasi’s friends who have made the journeys and the encounters meaningful: Kelompok Sahita, Papermoon Puppet Theatre, Bengkel Mime Theatre, Danang Pamungkas, Adi Wicaksono, Marco Kusumawijaya, Antariksa, Mira Lesmana, Titarubi, Yoshi Fajar Kresno Murti, Mella Jaarsma, Wimo Ambala Bayang and dozens of young artists from Yogyakarta and Solo.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.