Diskusi Buku Bertukar Tangkap dengan Lepas; Sesilangan dan Lintasan 20 Tahun Teater Garasi dalam Esai
Pembicara: Nirwan A. Arsuka, Dede Pramayoza, Invani Lela Herliana
Moderator: Naomi Srikandi
30 Januari 2015 15.30-17.30 WIB
Studio Teater Garasi/Garasi Performance Institute
Nitiprayan 164B Ngestiharjo kasihan Bantul Yogyakarta 55182

Perihal Buku Bertukar Tangkap dengan Lepas

Sejak mula, bidang teater dan pertunjukan yang didiami Teater Garasi/Garasi Performance Institute adalah suatu bidang multi-disiplin; ia hanya bisa diwujudkan oleh campuran beragam bentuk seni, entah itu seni rupa, sastra, akting, gerak, dan musik. Sebagai suatu kolektif seniman, Teater Garasi/Garasi Performance Institute juga hanya bisa terwujud oleh kehadiran berbagai subyek, baik seniman, peneliti, aktivis, maupun pekerja admistratif yang datang dari beragam disiplin seni dan sosial-budaya. Isu-isu yang selama ini diolah oleh Teater Garasi pun adalah isu yang dimiliki oleh pelaku, produser seni, maupun penonton dan warga kebanyakan, entah itu isu politik, sosial, dan budaya. Pola keterhubungan sosial dari situs teater juga terus berlanjut ketika Teater Garasi/Garasi Performance Institute selalu meletakkan produksinya di ruang publik, suatu moda produksi yang membuat Teater Garasi/Garasi Performance Institute selalu bekerja bersama-sama dengan organisasi dan unit kerja pendukung di luar dirinya.

Dari latar di atas, Teater Garasi/Garasi Performance Institute menyadari pentingnya terus mendorong berbagai refleksi kritis baik atas posisi dan potensi Teater Garasi/Garasi Performance Institute di medan kebudayaan Indonesia maupun atas kebutuhan-kebutuhan mendasar atas teater dan seni budaya di Indonesia pada umumnya.

Kumpulan ini berupa ragam tulisan mandiri para pengamat dan rekan-kerja teater, seni, dan kerja kebudayaan yang lebih luas yang secara umum berangkat dari dua titik tolak: pertama, melalui refleksi dan kritik umum dan khusus atas kerja-kerja yang sudah, sedang, atau yang seharusnya dikerjakan Teater Garasi/Garasi Performance Institute. Titik tolak ini memungkinkan perbandingan antara beberapa kerja Teater Garasi/Garasi Performance Institute yang membincang suatu topik khusus. Kedua, diskursus seni-budaya dan pandangan-pandangan khusus atas repertoar Teater Garasi/Garasi Performance Institute tertentu, baik itu karya-kerja teater maupun kerja-kerja yang berupaya turut ambil bagian dalam mengembangkan infrastruktur seni pertunjukan di Indonesia.

Para penulis yang terhimpun dalam buku ini—berdasar urutan tulisan—adalah: Barbara Hatley (Teater dan Bangsa, Dulu dan Sekarang), Gunawan Maryanto (Repertoar Hujan; Sebuah Ingatan), Alia Swastika (Teater Garasi Dua Dasawarsa: Pandangan Politik Kaum Muda), Wicaksono Adi (Fragmen, Parade Bentuk, Referensi), Yudi Ahmad Tajudin (Kisah-Kisah Perayaan Bersama dalam Tubuh Ketiga), Afrizal Malna (Teater Garasi Setelah Biografi Seorang Penonton), Farah Wardani (Tubuh yang Keras Kepala. Antara Arsip & Repertoar: Menonton Kembali, Membaca Kembali Garasi), Nirwan Dewanto (Dua Belas Fragmen), Jennifer Lindsay (Ruang-Ruang Ketiga), Landung Simatupang (Teater Garasi, Sekelumit Catatan dari Keterlibatan Saya), Yoshi Fajar Kresno Murti (Menenun Sejarah Ruang. Membaca Teater Garasi Melalui Je.ja.l.an, Tubuh Ketiga dan Goyang Penasaran), Marco Kusumawijaya (Mempertunjukkan Kota), Intan Paramaditha (Goyang Penasaran: Catatan dan Perjalanan) dan Goenawan Mohamad (Catatan Kecil Tentang Teater). Dan buku ini secara khusus disunting oleh Nirwan Ahmad Arsuka.

Perihal Diskusi

Diskusi akan berlangsung pada tanggal 30 januari 2015 pukul 15.30 – 17.30 WIB di Studio Teater Garasi/Garasi Performance Institute dengan menghadirkan 3 orang pembicara atau pelontar percakapan: Nirwan Ahmad Arsuka (Jakarta), Dede Pramayoza (Padangpanjang) dan Invani Lela Herliana (Yogyakarta) dengan moderator Naomi Srikandi (Teater Garasi).

Diskusi akan dibuka dengan tanggapan Dede Pramayoza, seorang staf pengajar di ISI Padangpanjang yang saat ini tengah merampungkan studi S3-nya di Yogyakarta. Dede akan melihat apa dan bagaimana relevansi tulisan-tulisan yang terhimpun dalam buku ini bagi perkembangan teater khususnya dan seni pertunjukan di Indonesia pada umumnya. Selain itu Dede juga akan memapar lanskap teater/seni pertunjukan di Padangpanjang sebagai sebuah sebuah contoh kasus geliat dan pertumbuhan teater di luar Teater Garasi/Garasi Performance Institute.

Diskusi dilanjutkan dengan pembacaan Invani Lela Herliana, salah satu penggerak ketjilbergerak: komunitas anak muda yang berkomitmen pada kerja-kerja budaya yang bersifat kolaboratif. Vani akan mencoba melihat dan membandingkan pergerakan 20 tahun Teater Garasi/Garasi Performance Institute dengan apa yang saat ini ia lakukan bersama dengan komunitasnya: apa yang tetap dan berubah dengan anak-anak muda di Yogyakarta. Dan strategi macam apakah yang mesti diambil sekarang berkait dengan dinamika pergerakan budaya yang melibatkan anak-anak muda.

Dan terakhir Nirwan A. Arsuka akan memberikan catatan dan amatannya atas sejumlah tulisan yang ada di dalam buku Bertukar Tangkap dengan Lepas; Sesilangan dan Lintasan 20 Tahun Teater Garasi dalam Esai. Dan mencoba menautkannya dengan paparan pembicara-pembicara terdahulu.

Dari diskusi ini diharapkan tulisan-tulisan di dalam buku ini bisa berpantulan dengan praktik-praktik seni pertunjukan atau praktik seni pada umumnya yang tengah berlangsung hari ini.

Biodata

Nirwan Ahmad Arsuka lahir di Kampung Ulo, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Selama setahun, ia terdaftar sebagai mahasiswa Kedokteran Umum dan Teknik Arsitektur, Universitas Hasanuddin, Makassar. Ia lalu pindah ke Yogykarta dan meraih gelar Sarjana Teknik Nuklir di Universitas Gadjah Mada pada 1995. Kini menetap di Jakarta.

Dede Pramayoza adalah dosen Seni Teater ISI Padangpanjang sekaligus dramaturg dan sutradara Teater Tambologi. Putra asal Muaralabuh kelahiran Cimahi pada Agustus 1980 ini menulis sejumlah artikel dan esai tentang seni pertunjukan dan budaya, yang dipublikasikan di beberapa jurnal seni, kumpulan tulisan, dan koran lokal Sumatera Barat. Selain sempat menjadi Komite Teater Dewan Kesenian Sumatera Barat (2007-2010) ia juga menulis buku Dramaturgi Sandiwara (Ombak, 2013) serta mengedit beberapa buku seni, antara lain buku Lono Simatupang berjudul Pergelaran (Jalasutra, 2013), dan buku Hasnah Sy berjudul Seni Tari dan
Tradisi yang Berubah (Mediakreativa, 2013). Ia juga menyutradarai sejumlah karya, antara lain Ovullum dan Segumpal Darah (2008), Tambo Gustaf (2013) dan End Game (2014). e-mail: ddpramayoza@gmail.com

Invani Lela Herliana aktif sebagai manajer di ketjilbergerak, komunitas kreatif berbasis anak muda dan aktivisme sosial sejak 2006. Seluruh aktivitasnya bisa disimak melalui www.ketjilbergerak.org

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.