Presentasi Performer Studio Teater Garasi 2017

Teater Garasi mengharapkan kehadiran Anda pada:

Presentasi Performer Studio Teater Garasi 2017

Rabu, 19 April 2017
Pk 19.30 WIB
di Teater Garasi, Nitiprayan 164 B, Kasihan, Bantul
google maps: Teater Garasi

Sekar Sari (Aktor/Performer/MC/Penari)
Putu Alit Panca Nugraha (Aktor/Sutradara Teater Selasar)
Neneng Maryam (Aktor Teater Eska)
Abdul Ghofur (Aktor/Asisten Sutradara Teater Eska)
Caressa Julian (mahasiswi magang dari Universiti Science Malaysia)

Peserta Performer Studio 2017 di atas akan menampilkan nomor-nomor tunggal sebagai bentuk presentasi proses latihan keaktoran dasar dalam program yang telah berlangsung sejak bulan Februari lalu.

Kami mengundang Anda untuk datang menyaksikan pertunjukan, lalu berbincang singkat tentang proses mereka di program Performer Studio Teater Garasi 2017.

PERFORMER STUDIO (Introduction/Pengantar) 2017

Di tahun 2017 ini, Teater Garasi kembali menyelenggarakan program Performer Studio, sebuah program belajar keaktoran yang ditujukan untuk para penampil atau performer (aktor, penari, komedian…). Program ini akan diadakan dua kali, bulan Februari dan Bulan Juli 2017.

Performer Studio (introduction/pengantar) adalah program belajar yang ditujukan pada para penampil atau performer pemula yang ingin belajar tentang sistem latihan keaktoran, sebagai sebuah disiplin, yang selama ini digunakan di Teater Garasi. Program belajar keaktoran ini diampu oleh aktor-aktor Teater Garasi: Gunawan Maryanto, Erythrina Baskoro, Mohamad Nur Qomarudin dan Arsita Iswardhani; dengan supervisi Yudi Ahmad Tajudin.

Performer Studio di awal tahun ini sudah berlangsung sejak 20 Februari dan akan berakhir pada 20 April 2017. Aktivitas program mencakup workshop, kelas, training, rehearsal dan presentasi. Empat orang terpilih dan satu seniman magang di Teater Garasi menjadi peserta dalam program ini, yaitu: Sekar Sari, Putu Alit Panca Nugraha, Neneng Maryam, Abdul Ghofur, dan Caressa Julian.

PERFORMER STUDIO (Introduction)

Di tahun 2017 ini, Teater Garasi kembali menyelenggarakan program Performer Studio, sebuah program belajar keaktoran yang ditujukan untuk para penampil atau performer. Program ini akan diadakan dua kali, bulan Februari dan Bulan Juli 2017.

Performer Studio (introduction) adalah program belajar keaktoran dasar yang ditujukan untuk para penampil atau performer pemula yang ingin belajar mengenai latihan dasar keaktoran, yang selama ini digunakan di Teater Garasi.

Performer Studio (Introduction) sudah berlangsung sejak 20 Februari dan akan berakhir pada 20 April 2017. Aktivitas program mencakup workshop, kelas, training, rehearsal dan presentasi bersama seniman Teater Garasi. Empat orang terpilih dan satu seniman dari program magang residensi Teater Garasi menjadi peserta dalam program ini, yaitu: Sekar Sari, Putu Alit Panca Nugraha, Neneng Maryam, Abdul Ghofur, dan Caressa Julian.

BEWILDER (Netherlands) Pop Concert | Sunday, 5 March 2017 – 8 pm

The Erasmus Huis presents:
BEWILDER (Netherlands)
Pop Concert

Sunday, 5 March 2017 – 8 pm
Open gate 7.30 pm
Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta Jl. Sriwedani No.1, Yogyakarta

free with reservation

Info & Reservation:
Teater Garasi (Sita +62 821-3677-0900)
garasi@teatergarasi.org

BEWILDER
Maurits Westerik: vocals, guitar, Arjan Kamphuis: guitar, Bram Hakkens: drums, vocals, Jeroen Overman: bass
Arjen De Bock: keys, vocals

Website: www.bewilder.nl

“MUSIC: AN ENCOUNTER” Teater Garasi, Saturday, February 25, 2017

Ensembles Asia Orchestra and Teater Garasi supported by Laras – Studies of Music in Society presents:

“MUSIC: AN ENCOUNTER”
Saturday, February 25, 2017
Studio Teater Garasi, Jl Jomegatan, Nitiprayan 164B, Yogyakarta

3.30 PM
Public Discussion
Discussing Ensembles Asia Orchestra Project: Participatory Music Making with Citizens of Small Cities in Asia

Speakers:
Otomo Yoshihide
Morinaga Yasuhiro
Arima Keiko

Moderator: Rizky Sasono

7.30 PM
Music Performance by
Wyst Collective (Asa Rahmana, Lintang Raditya, Nadya Hatta, Iqbal Lubys, Yennu Ariendra) featuring Ensembles Asia Orchestra

In our contemporary society, which is ever more globalized, the idealistic concept of multiculturalism, which says that “peace will come to the world if we respect other cultures,” seems to have come to a dead end. With this global circumstances in view, Ensembles Asia Orchestra tries to work out and continue to propose the performance of music as a means of building new forms of human relationships and forging agreements.

Ensembles Asia Orchestra is an attempt to work out new methods for creating a single unit while having people from diverse backgrounds respect one another, an ambitious project that proposes a new vision for international cultural exchange in the midst of globalization.

Unlike ordinary orchestras, which seek to improve their technique or give correct performances, Ensembles Asia Orchestra has put on programs with the general public, programs that anyone can participate in, irrespective of whether they have instruments or experience. In performing with people who have no experience with music or performing in a non-technical way with people who may have such experience, we have returned to the basic question of what music is and have carried out a variety of activities to investigate the nature of music.

In attempt to explore the idea, Ensembles Asia Orchestra in partnership with Teater Garasi, and supported by Laras – Studies of Music in Society, present a public discussion and performance entitled “MUSIC: AN ENCOUNTER”