Selamat Idul Fitri 1439 H


Sahabat dan kerabat Teater Garasi yang baik,

Seluruh seniman rekanan (Artists Associates) beserta tim manajemen Teater Garasi/Garasi Performance Institute mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga di hari yang bahagia ini membawa kedamaian bagi kita semua.

Kantor dan operasional Teater Garasi libur mulai tanggal 11-20 Juni 2018 dan aktif kembali Kamis, 21 Juni 2018 pukul 09.00 WIB.

Salam hangat,
Teater Garasi/Garasi Performance Institute
___

Dear beloved colleagues and friends,

Resident artists and the management of Teater Garasi/Garasi Performance Institute wishing you all a blessed Eid Mubarak 1439 H. May this auspicious occasion brings peace and happiness among us.

Due to National holiday, our office and operational remain closed from June 11 to June 20, 2018, and will resume on Thursday, June 21, 2018 at 9 AM.

Warm regards,
Teater Garasi/Garasi Performance Institute

Klub Tonton dan Periksa (KTP) – KineKlassik; Kubrick’s World


Klub Tonton dan Periksa (KTP) Teater Garasi/Garasi Performance Institute bekerjasama dengan SIMAMAT menyelenggarakan:

KINEKLASSIK

Seri 1: KUBRICK’S WORLD
Kurator: Jean-Pascal Elbaz

26-28 April 2018
18.30 WIB – selesai
Studio Teater Garasi, Jl. Jomegatan 164B, Yogyakarta

26 April 2018 : The Party, Blake Edwards (1968) + Solaris, Andreï Tarkovsky (1972)
27 April 2018 : Onibaba, Kaneto Shindo (1965) + Le Plaisir, Max Ophuls (1952)
28 April 2018 : Barry Lyndon, Stanley Kubrick (1975) + Diskusi bersama Jean-Pascal Elbaz

Seri pertama Kubrick’s World dari rangkaian KINEKLASSIK ini merupakan penghormatan kepada salah satu sutradara film sejarah sinema yang paling menarik dan dirayakan.

Film hari pertama adalah referensi untuk film Stanley Kubrick sendiri: The Party adalah sebuah komedi gila yang kritis terhadap Hollywood dan berpusat di satu-satunya aktor, Peter Sellers yang memainkan 3 karakter berbeda di Dr. Strangelov Kubrick pada tahun 1964; sementara Solaris, selain menjadi film dari sutradara Rusia paling bergengsi, film ini, yang sangat dicintai Kubrick, dibuat sebagai jawaban untuk 2001 Odyssey.

Hari kedua akan menghadirkan Onibaba, sebuah film horor yang dipuji karena sinematografi hitam dan putihnya yang luar biasa dan persamaan dengan The Shining, dan Le Plaisir salah satu film favorit Kubrick: “Yang tertinggi dari semua saya akan menilai Max Ophuls, yang bagi saya memiliki setiap kemungkinan kualitas. Dia memiliki bakat luar biasa untuk mengendus subjek yang baik, dan mendapatkan yang terbaik dari mereka. Dia juga seorang sutradara aktor yang luar biasa. “—“Aku sangat mengagumi teknik kamera cairnya.”

Dan seri pertama dari KINEKLASSIK ini ditutup dengan salad satu film paling ikonik dari Kubrick: Barry Lyndon.
___

KINEKLASSIK

Sinema adalah seni berusia 120 tahun dengan sejarah singkat dan mempesona. Meskipun ia merupakan seni yang penerapannya sulit, mahal, dan rumit, serta memerlukan banyak tenaga/pekerja/artisan, namun telah banyak karya-karya penting yang dihasilkan di dunia.

Sayangnya, popularitas karya komersial dan jumlahnya yang sangat banyak membuat kita lupa atau mengabaikan fakta bahwa beberapa film terus menerus mendefinisikan ulang aturan narasi, teknik sinematografi, sepanjang sejarahnya.

Film adalah bahasa yang juga harus bisa membangkitkan pertanyaan di benak penonton dan bukan hanya emosi.

Seperti tak terpikirkan oleh seorang pencinta sastra dan seorang penulis untuk tak pernah membaca Homer, Melville, Cervantes, Flaubert, Kafka, Tolstoy atau Borgès; semua pecinta sinema sejati seharusnya telah melihat film, paling tidak dari beberapa nama ini: Renoir, Kubrick, Bergman, Pasolini atau Godard, Kurosawa atau Satyajit Ray.

Pemilihan dari film-film yang diputar dalam KINEKLASSIK, tidak bermaksud untuk menelusuri secara teoritis sejarah sinema melalui karya utamanya, tetapi untuk menemukan atau (kembali) menemukan film-film yang penting dan terkadang diabaikan yang terus berdampak pada penonton saat ini dan merupakan karya referensi dalam dirinya maupun dalam genrenya.

Program KINEKLASSIK ini mengambil tema “Revisiting the Classics”: Perjalanan melalui karya-karya sinema masterpiece dan film lainnya yang terabaikan” yang diselenggarakan dalam empat seri: Kubrick’s World, All About Naration, What the Hell is Realism?, dan Scorcese’s Universe.

KINEKLASSIK adalah bagian dari program Klub Tonton dan Periksa (KTP) Teater Garasi, yang bekerja sama dengan Jean-Pascal Elbaz sebagai kurator film dan SIMAMAT sebagai rekan diskusi dan pelaksanaan pemutaran film.

WYST Displacement / Disappearance

WYST adalah laboratorium terbuka musik atau suara, yang dibentuk untuk melakukan pengembangan dan penelusuran lebih jauh dari ide yang dilontarkan oleh seniman. Fokus dari laboratorium ini tidak hanya tentang suara semata, namun juga tentang vibrasi, simbol, gerak, narasi personal, konteks sosial, ingatan atau apapun yang berhasil dirangsang oleh suara. Seiring dengan perkembangannya, laboratorium ini juga menjadi inter/post discipline forum dalam pencarian gagasan, visi dan bentuk yang belum terbayangkan sebelumnya. Setiap edisi presentasi WYST mengajukan gagasan atau pertanyaan tersendiri, yang kemudian diolah dan dipresentasikan dalam bentuk work-in-progress.

Edisi kali ini, WYST mengundang 2 orang seniman musik/instalasi dari Copenhagen, Emil Palme dan Taus Bregnhøj Olesen, dan seorang seniman musik dari Yogyakarta, Ikbal Lubys, yang berangkat dari tema Displacement/Disappearance. Tema ini terinspirasi dari narasi atas orang-orang yang terpisahkan dari tanah mereka atau impian mereka baik secara paksa maupun tidak. Lewat instalasi suara, seniman akan bekolaborasi dan melakukan sebuah presentasi tentang proses penggarapan ide-ide mereka.

WYST Displacement/Disappearance diselenggarakan pada hari Senin, 19 Maret 2018, pukul 19.20 WIB di studio Teater Garasi.

Love & Intestine; Workshop Bersama Ismaera Takeo Ishii

Ismaera Takeo Ishii adalah penari, koreografer, guru dan seniman. Ia pernah mendapatkan hadiah utama dalam Juste Debout Jepang dan Yunani, menjadi finalis dalam Funkin Stylez, Berlin dan Yokohama Dance Collection. Ia berlatih di Nobuyoshi Asai (sankai Juku) selama lima tahun. Berbasis di Perancis dan Eropa sejak 2012, setelah beberapa tahun beraktivitas sebagai penari bersama kelompok tari Carolyn Carlson, David Zambrano, Francesco Scavetta.

Pada 23 dan 24 Februari 2018, Teater Garasi memfasilitasi workshop improvisasi Ismaera, “LOVE & INTESTINE”. Workshop ini berangkat dari improvisasi atau ‘jamming’ untuk mempertemukan dan berinteraksi menggunakan tubuh dari orang-orang yang berbeda-beda.

Pada 25 Februari 2018 pukul 16.00 WIB, seluruh peserta workshop akan melakukan improvisasi di Alun Alun Selatan Yogyakarta.

Rangkuman Buka Studio 7 Hari 7 Malam: Jalan Tikus


TERIMA KASIH

Buka Studio 7 Hari 7 Malam: Jalan Tikus, rangkaian acara peluncuran dan syukuran studio “baru” Teater Garasi/Garasi Performance Institute pasca renovasi atas bantuan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), telah usai.

Ditutup dengan konser kecil (tapi panas) Melancholic Bitch di Sabtu malam kemarin, festival kecil yang menggairahkan ini, mempertemukan kami dengan banyak teman baru, serta percobaan bentuk dan ide-ide baru yang disumbangkan 38 seniman penampil dalam rangkaian forum presentasi dan diskusi dari beragam disiplin seni selama 7 hari 7 malam kemarin. Rangkaian acara yang memang kami rancang lebih sebagai forum-forum percobaan (bukan presentasi karya final) ini juga menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan dan pertanyaan-pertanyaan, tidak hanya antar seniman penampil tetapi juga dengan para penonton yang datang menyaksikan.

Kini saatnya kami mengucapkan terima kasih sebesarnya kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan turut membagi energinya untuk kami dan studio baru kami. Kepada para seniman penampil dari Yogya, Solo, Bandung dan Jakarta, terima kasih atas sumbangan pemikiran dan percobaan karya kalian; pada para penonton yang datang memenuhi studio kecil kami setiap hari/malam terima kasih atas partisipasi kalian dalam presentasi karya maupun diskusi-diskusi setelahnya; pada warga Nitiprayan terima kasih atas dukungan pada kami selama ini dan selama rangkaian acara 7 hari 7 malam berlangsung; pada Pamityang2an, @kelirdotnet, @infojogja, Gayo Ngopi, Simamat, Gramedia Pustaka Utama dan Bianglala yang telah dengan ringan hati membantu penyelenggaraan acara dengan support tata cahaya, suara, kopi yang sedap, dokumentasi, diskusi dan publikasi.

Energi baik teman-teman semua akan menjadi salah satu modal besar kami untuk menyusun program-program studio setelah ini.

Terima kasih. Terima kasih.

Dokumentasi oleh:
@lusianeti, @yennuariendra, @yumayamija