PERFORMER STUDIO (Introduction)

Di tahun 2017 ini, Teater Garasi kembali menyelenggarakan program Performer Studio, sebuah program belajar keaktoran yang ditujukan untuk para penampil atau performer. Program ini akan diadakan dua kali, bulan Februari dan Bulan Juli 2017.

Performer Studio (introduction) adalah program belajar keaktoran dasar yang ditujukan untuk para penampil atau performer pemula yang ingin belajar mengenai latihan dasar keaktoran, yang selama ini digunakan di Teater Garasi.

Performer Studio (Introduction) sudah berlangsung sejak 20 Februari dan akan berakhir pada 20 April 2017. Aktivitas program mencakup workshop, kelas, training, rehearsal dan presentasi bersama seniman Teater Garasi. Empat orang terpilih dan satu seniman dari program magang residensi Teater Garasi menjadi peserta dalam program ini, yaitu: Sekar Sari, Putu Alit Panca Nugraha, Neneng Maryam, Abdul Ghofur, dan Caressa Julian.

BEWILDER (Netherland) – POP CONCERT | Minggu, 5 Maret 2017

Erasmus Huis mempersembahkan:
BEWILDER (Netherland) – POP CONCERT
Live in Yogyakarta

Minggu, 5 Maret 2017
20.00 WIB (Open gate: 19.30 WIB)
Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta Jl Sriwedani no.1, Yogyakarta

GRATIS dengan Reservasi

Organized by: Teater Garasi

Info & Reservasi:
Teater Garasi (Sita +62 821-3677-0900)
garasi@teatergarasi.org

BEWILDER
Maurits Westerik: vocals, guitar, Arjan Kamphuis: guitar, Bram Hakkens: drums, vocals, Jeroen Overman: bass
Arjen De Bock: keys, vocals

Website: www.bewilder.nl

“MUSIC: AN ENCOUNTER” Teater Garasi, Sabtu, 25 Februari 2017

Ensembles Asia Orchestra dan Teater Garasi bersama Laras – Studies of Music in Society mempersembahkan:

“MUSIC: AN ENCOUNTER”
Sabtu, 25 Februari 2017
Studio Teater Garasi, Jl Jomegatan, Nitiprayan 164B, Yogyakarta

Pk 15.30 WIB
Diskusi publik : Bermusik partisipatif dengan warga kota-kota kecil di Asia: Membincang proyek kerja Ensembles Asia Orchestra

Pembicara:
Otomo Yoshihide
Morinaga Yasuhiro
Arima Keiko

Moderator: Rizky Sasono

Pk 19.30 WIB
Pertunjukan Musik:
Wyst Collective (Asa Rahmana, Lintang Raditya, Nadya Hatta, Iqbal Lubys, Yennu Ariendra) feat Ensembles Asia Orchestra

Dalam masyarakat kontemporer, yang semakin global, gagasan multikulturalisme yang menyatakan “kedamaian dunia akan tercapai jika kita saling menghormati budaya lain,” tampak menemukan jalan buntu. Melihat kecenderungan global ini, Ensembles Asia Orchestra mencoba memberlangsungkan musik sebagai cara membangun bentuk-bentuk baru dan kesepakatan baru dalam relasi antar manusia. Ensembles Asia Orchestra mencoba menggelar metode-metode baru dalam menciptakan unit tunggal dari dengan berbagai latar belakang budaya yang saling menghormati, sebuah kerja yang ambisius yang menawarkan visi baru pertukaran budaya di tengah era globalisasi.

Tidak seperti orkestra biasanya yang mencari peningkatan teknik atau pergelaran yang tepat, Ensembles Asia Orchestra menawarkan program kepada masyarakat umum, sebuah program dimana setiap orang dapat berpartisipasi, dengan tidak mempertimbangkan kepandaian atau pengalaman dalam bermain alat musik. Dalam memberlangsungkan proses bersama partisipan yang miskin pengalaman bermusik, atau mencoba memberlangsungkan proses dalam cara-cara non-teknis dengan mereka yang punya pengalaman, maka kita kembali pada pertanyaan dasar ‘apa itu musik’, dan menjalankan berbagai aktivitas dalam menelisik esensi musik.

Sebagai upaya menelusuri gagasan ini, Ensembles Asia Orchestra bekerjasama dengan Teater Garasi / Garasi Performance Institute, didukung Laras – Studies of Music in Society, menyelanggarakan serangkaian acara diskusi publik dan pementasan musik bertajuk “MUSIC: AN ENCOUNTER”

Pengumuman Lomba Penulisan Workshop Review Seni Pertunjukan

Teater Garasi mengucapkan terimakasih kepada para peserta lomba penulisan review seni pertunjukan yang kami adakah bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Belasan tulisan yang bernas dan tajam kami terima dari para peserta workshop penulisan review seni pertunjukan bulan Juli lalu. Tulisan-tulisan itu lalu dibaca dan ditimbang para juri. Hasil pertimbangan mereka lalu kami jadikan dasar keputusan berikut ini:

1. Pemenang pertama: “Eceng Gondok, Dimana kuburan Nenek saya?” karya Dendi Madiya
2. Pemenang kedua: “Tentang Mereka yang Mendambakan Jeda” karya Rizaldy Yusuf
3. Pemenang ketiga: Orang-orang banyak, Muslihat di Sekitar Arah Hadap Meja” karya Riyadhus Shalihin.

Selamat kepada para pemenang dan terimakasih banyak pada seluruh pengirim tulisan review seni pertunjukan. Semoga kita bisa bertemu lagi di kesempatan lain.