Seri Pentas AntarRagam 2018: KABAR DARI JAUH

KABAR DARI JAUH merupakan acara yang secara khusus merespon isu ‘buruh migran’. Isu ini dipilih karena Sumbawa adalah daerah penyumbang buruh migran terbesar ketiga se-Nusa Tenggara Barat. Beberapa kasus yang memantik isu ini dimunculkan dan hendak dibicarakan secara serius adalah: human trafficking, pelanggaran HAM, kekerasan fisik, pelecehan seksual, perlindungan hukum yang lemah, dan pemberangkatan secara non-prosedural yang kerap dialami oleh pekerja buruh migran.

Acara ini digagas oleh Sumbawa Collective (perkumpulan antar komunitas di Sumbawa). Sumbawa Collective akan berkolaborasi dengan warga Desa Pelat yang tergabung dalam Kelompok Melati (eks-perempuan buruh migran), Komunitas Seni Nagaru (pemuda Pelat) dan Sanggar Seni Kemang Buin Jeringo. Desa Pelat dipilih sebagai kolaborator dan lokasi presentasi karya sebab desa tersebut merupakan salah satu kantong buruh migran di Kabupaten Sumbawa.

“Kabar dari Jauh” diharapkan dapat memunculkan percakapan kritis, refleksi bersama dan bagaimana warga melakukan negosiasi serta menghadapi soal-soal terkait buruh migran.

Jadwal Lengkap Acara

Hari & tanggal: Sabtu, 17 November 2018
Tempat: Lapangan Bola Desa Pelat

Workshop Seni Rupa: “Surat Untuk Ibu”
Difasilitasi oleh: Sumbawa Visual Art dan Komunitas Seni Nagaru
Waktu: 15.30 – 18.00 WITA

Pemutaran & Diskusi Film Pendek: “Menya(m)bung Nasib di Negeri Orang”
Sutradara: Anton Susilo
Waktu: 20.00 – 21.30 WITA

Pertunjukan Teater: “Rungan Do”
Sutradara: Reny Suci
Pemain: Deni Kurniawan, Mulya Putri Amanatullah, Nella Salsabila & Sanggar Seni Kemang Buin Jeringo
Waktu: 21.30 – 22.30 WITA

Panitia Pelaksana:
Kelompok Melati (eks-perempuan buruh migran), Sanggar Seni Kemang Buin Jeringo, Komunitas Seni Nagaru, Sumbawa Cinema Society, Sumbawa Visual Art, Solidaritas Perempuan Sumbawa, Serikat Buruh Migran Indonesia, dan Sumbawa Indie Movement.
__

Acara ini adalah bagian dari Seri Pentas AntarRagam, serial presentasi karya yang diinisiasi oleh komunitas kreatif mitra Teater Garasi/Garasi Performance Institute berdasarkan isu dan potensi lokalnya masing-masing. Pada tahun ini, Seri Pentas AntarRagam bekerja dengan komunitas kreatif dari kota Singkawang dan Sumbawa.

Proyek penciptaan seni dan seluruh rangkaian kegiatan yang menyertainya (workshop, residensi, diskusi) merupakan bagian dari program AntarRagam, inisiatif baru Teater Garasi dalam menjalin kontak dan pertemuan-pertemuan baru dengan tradisi, kebudayaan serta seniman dan anak-anak muda di kota-kota di luar (pulau) Jawa, sebagai suatu proses ‘unlearning‘ dan pembelajaran ulang atas (ke)Indonesia(an) dan (ke)Asia(an). Karya dan proyek seni (pertunjukan) yang kemudian tercipta di dalam dan di antara kontak serta pertemuan ini diharapkan bisa melahirkan pengetahuan baru dan narasi-narasi alternatif atas kenyaataan-kenyataan perubahan dan keberagaman sosio-kultural di Indonesia dan Asia.

Informasi lebih jauh mengenai AntarRagam, dapat ditemui di www.antarragam.net.

Seniman Kolaborator Gong ex Machina

Kali ini Teater Garasi akan memperkenalkan pengarah teknis tata suara (technical sound director) 3D Immersive dalam pertunjukan Gong ex Machina, yaitu Tetsushi Hirai.

Tetsushi Hirai adalah perancang sistem suara dan audiovisual di berbagai bidang hiburan dan seni seperti perencanaan sistem suara untuk teater kabuki di Osaka, Fukuoka, Kyoto, National Theater dan NHK di Tokyo.

Ia memimpin perancangan untuk 22.2ch surround system dalam siaran audiovisual seperti NHK, olimpiade Rio de Janeiro dan olimpiade PyeongChang pada tahun 2018.

Saat ini Hirai bertanggung jawab atas produksi artistik lewat penggunaan surround sound system dan bekerja sebagai direktur sistem suara 3D untuk Marginal Gongs (diinisiasi oleh Yasuhiro Morinaga).

Hirai juga menjabat sebagai wakil presiden bidang audiovisual untuk JATET, Theater and Entertainment Technology Association Japan.

Penasaran bagaimana rasanya “dikepung” oleh suara? Saksikan dan dengarkan hasil kerja kolaborasi Hirai dan seniman lainnya pada pertunjukan Gong ex Machina pada 29 dan 30 November nanti di Gedung Kesenian Jakarta.

Gong ex Machina adalah produksi bersama The Kingdom of Archipelago dan Teater Garasi/Garasi Performance Institute.

Tiket pre-sale pertunjukan ini sudah bisa diperoleh sekarang melalui http://bit.ly/GongExMachina.

Informasi lebih jauh tentang pertunjukan dan pembelian tiket, silakan hubungi: Mayasti +62 8222–1100–275

Seniman Kolaborator Gong ex Machina

Masih dalam rangkaian pemaparan seniman kolaborator pertunjukan Gong ex Machina, kali ini Teater Garasi ingin bercerita tentang: Mian Tiara. Perempuan yang biasa dipanggil Tiara ini dikenal sebagai seorang penyanyi, komposer dan penulis lirik yang kuat.

Sebagai penyanyi, di samping kerap tampil solo, ia juga anggota grup musik jazz progresif SimakDialog yang didirikan mendiang Riza Arshad. Hingga saat ini Tiara telah berkolaborasi dengan banyak musisi dari berbagai genre seperti Riza Arshad, Indra Lesmana, Humania, Ermy Kullit, Andien, Baron Band, Sarah Silaban, Nicky Astria, Goodnight Electric, White Shoes and The Couples Company, SORE, Bonita dan The HUSband, Tika & The Dissidents, dan Barasuara.

Dalam pertunjukan teater bunyi Gong ex Machina, berkolaborasi dengan seniman lintas disiplin dari Jepang dan Indonesia, ia akan tampil tidak sebagaimana biasanya. Sahabat Garasi dapat menyaksikan penampilannya yang berbeda pada tanggal 29 dan 30 November nanti di Gedung Kesenian Jakarta.

Gong Ex Machina adalah produksi bersama The Kingdom of Archipelago dan Teater Garasi/Garasi Performance Institute.

Tiket pre-sale pertunjukan ini sudah bisa diperoleh sekarang di http://bit.ly/GongExMachina
Informasi lebih jauh tentang pertunjukan dan pembelian tiket, silakan hubungi: Mayasti +62 8222–1100–275

Ari Dwianto Dalam Gelaran Indonesian Dance Festival

Ari Dwianto (Inyong), salah satu seniman yang tergabung dalam forum Majlis Dramaturgi Teater Garasi diundang dalam gelaran Indonesian Dance Festival dengan karyanya A Brief History of Dance.

Teater Garasi mengundang Anda untuk menyaksikan pertunjukannya, Sabtu 10 November 2018 pukul 15.00-16.00 di Galeri Salihara.

Karya ini dalam bentuk work in progress telah dipresentasikan dalam program Cabaret Chairil di studio Teater Garasi pada bulan Januari 2018.
__

Di atas panggung, Ari Dwianto mengajak penonton memasuki hasil penelusurannya: seorang laki-laki tampak sedang memaparkan sejarah dirinya, kata-kata mengajak kita memelintir ruang dan waktu ke masa lalu, meninggalkan tubuhnya di masa kini. Sekalipun mencari dirinya sendiri, masa lalu itu tak pernah sendirian ia jalani. Ia mengajak kita menyaksikan dunia yang ia saksikan dan alami, dunia yang menempa sendi-sendi tubuhnya. Sebagian pengalaman dan kesaksian itu akrab dan hangat, sebagian yang lain asing dan mengasingkan.

Sebagaimana tubuh yang tertinggal panggung, tegang dan darurat, diasingkan ingatan. Mungkin inilah artinya joget.

*Foto dokumentasi IDF Jakarta

Seri Pentas AntarRagam: BELALLE’


Teater Garasi
/Garasi Performance Institute bekerja sama dengan Teater Tebs dan Rumaksi (Ruang Muda Kreatif Singkawang) menyelenggarakan:

Seri Pentas AntarRagam
BELALLE’
7 November 2018
Gedung PIP (Pusat Informasi Pariwisata)
Jl. Merdeka, Singkawang

Pukul 19.30
Pertunjukan Teater
“Dua Wajah” oleh Teater Tebs
Sutradara: Mpok Yanti

Pukul 20.30
Launching Program “NOGO’ PLUS PLUS
Pemutaran Film “Nenek Bangun”(Ahmad Syafari, 2015)
___

BELALLE’
Adalah sebuah acara seni yang digagas oleh Komunitas Rumaksi dan Teater Tebs, berangkat dari pertemuan dengan Teater Garasi/Garasi Performance Institute (TG/GPI) melalui workshop yang diadakan di Singkawang pada awal 2018 dan residensi di Yogyakarta pada bulan Agustus-September 2018.

Workshop yang diberi tajuk “Bertolak dari yang Ada, Bicara pada Dunia” diikuti oleh seniman-seniman muda dari kota Singkawang dan Pontianak. Di dalam workshop, TG/GPI membagikan metodologi penciptaan bersama yang selama ini dipraktekkan dalam menciptakan karya (seni), berangkat dari isu yang terjadi dalam masyarakat dan modal yang dimiliki.

Workshop ini memicu usaha-usaha mengaktivasi kemungkinan-kemungkinan yang lebih luas dari potensi para seniman, komunitas, bahkan ruang kota yang ada di Singkawang untuk secara kolektif menciptakan sebuah ruang alternatif yang mengakomodasi partisipasi warga dan isu lokal.

BELALLE’ sendiri adalah bahasa Melayu Singkawang yang artinya gotong royong, menanam dan panen bersama, mengolah dan menikmati hasil bersama.
___

Seri Pentas AntarRagam adalah serial presentasi karya yang diinisiasi oleh komunitas kreatif mitra Teater Garasi berdasarkan isu dan potensi lokalnya masing-masing. Pada tahun ini, Seri Pentas AntarRagam bekerja dengan komunitas kreatif dari kota Singkawang dan Sumbawa.

Proyek penciptaan seni dan seluruh rangkaian kegiatan yang menyertainya (workshop, residensi, diskusi) merupakan bagian dari program AntarRagam, inisiatif terbaru Teater Garasi/Garasi Performance Institute yang berlangsung sejak awal tahun 2017.
Untuk informasi lebih jauh perihal AntarRagam, Anda dapat mengunjungi www.antarragam.net