CABARET CHAIRIL: LUAR/DALAM Vol.II

CABARET CHAIRIL
LUAR/DALAM VOL.II

20-21 Juli 2019
20.00 WIB – selesai
Studio Teater Garasi
Jl. Jomegatan No.164B, Nitiprayan, Yogyakarta

Sabtu, 20 Juli 2019

Abi ML (Jakarta)
#bluewhalechallenge

Puri Senja (Surabaya)
THE OTHER HALF

DISKUSI

Minggu, 21 Juli 2019

Abdi Karya (Makassar)
Story of A Wanderer #2

Otniel Tasman (Surakarta)
ENTRANCE

DISKUSI

——

Seniman atau kelompok penampil Cabaret Chairil LUAR/DALAM Vol. II (Juli 2019) dan Vol.III (September 2019) adalah seniman/kelompok yang dikurasi dari para pelamar Open Call Cabaret Chairil 2019 “LUAR/DALAM” yang kami buka sejak bulan April hingga Mei lalu.

—–

CABARET CHAIRIL adalah ruang transit untuk menampilkan repertoar pertunjukan eksperimental lintas medium dan disiplin. Ruang transit ini adalah laboratorium kepenontonan bersama antara penonton dan penampil untuk mengelola ragam pertumbuhan gagasan, karya, dan agenda estetik. Dalam taraf tertentu, Cabaret Chairil menimbang ulang dan mengkaji berbagai konvensi avant-garde seperti dada, futurism, happening dan atau performance art.

CABARET CHAIRIL : LUAR/DALAM VOL. I

CABARET CHAIRIL
LUAR/DALAM VOL.I

20-21 Mei 2019
Studio Teater Garasi
Jl. Jomegatan No.164B, Nitiprayan, Yogyakarta

Senin, 20 Mei 2019

20.00-20.30 WIB
Densiel Prismayanti Lebang (Jakarta)
INHIBITION

20.30-21.00 WIB
Pebri Irawan (Yogyakarta)
MEMBATAS

21.00 WIB
DISKUSI

Selasa, 21 Mei 2019

15.00 – 20.00 WIB
Alfiah Rahdini (Bandung)
ALFI’S HAIR CARVING

20.00-21.00 WIB
ON Project (Yogyakarta)
SETELAH KELAS TAMBAHAN

21.00 WIB
DISKUSI

Belakangan ini kita disibukkan dengan politik polarisasi yang mempengaruhi hubungan sosial kita. Mobilisasi massa berlangsung di ruang publik hingga menerobos ke ruang domestik. Orang-orang seperti cepat berubah, tergerak, teraktivasi di dalam keyakinan tertentu serta memproduksi ketegangan melalui batas-batas sosial yang tegas sekaligus rumit. Kerumitan ini terjadi karena polariasi tidak hanya berlangsung dalam ranah publik atau media sosial tapi juga di dalam ranah intim seperti pertemanan, keluarga, bahkan hubungan suami-istri.

Batas antara ‘luar’ dan ‘dalam’ membentuk dialektika divisi/pembagian. Hubungan antara keduanya memainkan peran mendasar dalam pemahaman kita tentang lingkungan tempat kita hidup. Tidak hanya sekadar menciptakan batas-batas ruang, tapi juga identitas sosial dan kolektif; kelas, etnis/ras, gender; pengetahuan, profesi; hingga identitas nasional.

Pertentangan yang terjadi antara dua hal yang berlawanan seperti tidak pernah hilang dan tidak pernah berhenti menciptakan ketegangan. Namun, meskipun saling bertentangan, baik yang di dalam maupun yang di luar saling bergantung satu sama lain. Tidak jarang kesalingbergantungan ini dapat merevisi dan mengaburkan batas-batas di dalam dan di luar. Masing-masing dari kita mengelola ketegangan dan oposisi ini dengan cara yang berbeda—dalam kehidupan sehari-hari, dalam membangun hubungan.

Melalui eksplorasi tema – hubungan Luar/Dalam Vol.1, Cabaret Chairil kali ini mengundang seniman yang memfokuskan diri pada kondisi “di perbatasan”. Melihat setiap dialektika relasi seperti keterhubungan, keterpisahan, redefinisi/revisi, transisi, deformasi dalam kelola seniman di dalam karyanya, yang seluruhnya berproses berdasarkan dari (versi) karya sebelumnya.

Inhibition, Densiel Prismayanti Lebang (Toraja-Jakarta). Objek yang digunakan dalam pertunjukan memiliki kecenderungan untuk tetap berjarak dari performer, digunakan sebagai properti tambahan, atau setelah dipikirkan. Densiel memulai ide karya ini dari hubungan tubuh dengan tali. Inhibition merupakan pengembangan dari karyanya No Limit yang dipentaskan November tahun lalu di Indonesian Dance Festival. Melalui karya ini, Densiel mencoba untuk menguak pengalaman tubuh di dalam budaya risiko yang muncul akibat tegangan antara ikatan dan pemisahan; tarikan dan penolakan; kementakan untuk menguasai dan dikuasai; rintangan dan kemudahan yang terjadi di dalam mobilitas tiga tubuh performer laki-laki, tiga utas tali yang kuat dan tubuh penonton – yang dapat saling melengkapi dan menemukan definisi melalui satu sama lain. Sifat dari tali dan simpul/kaitan menjadi katalis, dan dipercaya dapat menembus tubuh khalayak, melalui ingatan, rutinitas, sentuhan, penglihatan, asosiasi, dan nostalgia.

Membatas, Pebri Irawan (Riau-Yogyakarta). Presentasi karya Membatas di Cabaret Chairil menjadi ruang presentasi terkini – setelah di Festival Lima Gunung dan Paradance – bagi upaya Pebri memperdalam isu ‘batas’ atau ‘aturan’ dalam hidup bermasyarakat. Pebri mengawali prosesnya dengan memproduksi makna: mengenai pentingnya membuat batas atau kontrol diri di dalam kehidupan sosial berdasarkan kisah Ikan Terubuk. Kisah ini secara vernakular terdistribusi dan dikenal di masyarakat Bengkalis (Riau) sebagai kisah tentang seekor ikan terubuk (dari kerajaan air asin) yang berambisi mendapatkan/menguasai perhatian (cinta) ikan puyu-puyu (kerajaan air tawar). Terispirasi kisah ini, Pebri menilai pendirian batas menjadi penting, justru karena berfungsi menekan hasrat menguasai subjek lain. Maka usaha ‘membatasi ‘, dalam kepentingan ini, batas justru berfungsi ‘menghubungkan’ dalam relasi yang (diinginkan) setara, terutama untuk menegosiasi kualitas batas itu sendiri. Tesis tersebut kemudian menjadi tekanan dari versi Membatas kali ini. Pebri melakukan serangkaian perubahan yang prinsipil di dalam karyanya, terutama dalam memposisikan kostum, kualitas musik dan tubuh di dalam karyanya.

Alfi’s Hair Carving, Alfiah Rahdini (Bandung). Berlatar seniman patung, Alfi menawar kemungkinan dari konsep social sculpture untuk memperluas praktik dialog yang kerap dilakukan ketika berhadapan dengan material dalam proses pembuatan patung. Sebagai teknik yang mendasar dalam seni rupa tiga dimensi, carving (memahat) melibatkan penggunaan alat untuk membentuk sesuatu dengan memotong atau mengurangi bahan baku padat seperti batu, kayu, gading atau tulang. Menurut Alfi, teknik carving tidak hanya menuntut konsentrasi dan ketenangan, tapi juga artikulasi dari setiap keputusan di dalam dialog dengan bagian dan jarak yang ada karena perbedaan karakter di setiap bagian suatu material. Menawar social sculpture sebagai modus presentasi dan memproduksi peristiwa di dalam Alfi’s Hair Carving, Alfi berupaya untuk memperluas teknik carving dari masalah fisik (benda) ke masalah mental, psikis dan sangat mungkin spiritual. Selain dua subjek yang bertemu, bahan baku lainnya adalah cara berpikir, merasakan, memahami, berbicara dan mendengarkan satu sama lain di dalam jarak publik dan privat dari aktivitas cukur rambut.

Setelah Kelas Tambahan, Habiburrachman-ON Project (Yogyakarta). Karya ini merupakan pertumbuhan dari karya yang pernah dipresentasikan dengan judul Kelas Tambahan. Dengan mengapropriasi dramaturgi pelaksanaan ulangan di kelas (sekolah), dalam Kelas Tambahan, ON Project mencoba mengajak penonton merefleksikan dasar tindakan intoleransi yang muncul di Jogja. Tidak hanya mengapropriasi situasi ulangan atau test, ON Project juga menyusun soal-soal pilihan ganda yang terkait dengan peristiwa kekerasan fisik, simbolik dan ide yang secara faktual terjadi di Jogja. Soal pilihan ganda sampai saat ini masih dipakai karena dipercaya dapat mengukur tingkat pencapaian pendidikan dalam ruang lingkup yang luas dan beragam atau pada skala besar secara efektif. Begitu juga dalam penilaian atau kerja mengoreksi atas jawaban soal. Dengan menggunakan mesin maupun manual, pemeriksaan dan penilaian atas jawaban soal dapat disekor dengan mudah dan cepat. Kritik atas penggunaan bentuk soal pilihan ganda adalah adanya pembatasan bagi peserta didik dalam pengembangan ide-ide baru, kemampuan berbahasa, menampilkan berbagai pengetahuan yang dimilikinya, bahkan kreativitasnya. Di titik ini, setelah pengerjaan soal, dalam artian di dalam karya Setelah Kelas Tambagan, ON Project akan mengintervensi model penilaian soal pilihan ganda dengan membagikan lembaran soal yang sudah terisi kepada penonton Cabaret Chairil untuk dikoreksi atau dinilai tanpa pola standar penilaian yang baku. Setelah Kelas Tambahan mencoba menjadi lanskap dan sosiologi dari berlangsungnya proses identifikasi, merevisi dan menggeser batas-batas kewargaan atas peristiwa kekerasan yang terjadi di Jogja.

 

Europe on Screen 2019 dalam Kine KTP (Klub Tonton dan Periksa) Teater Garasi/Garasi Performance Institute

Europe on Screen 2019 dalam
Kine KTP (Klub Tonton dan Periksa)
Teater Garasi/Garasi Performance Institute

22 – 26 April 2019 pukul 19.00 WIB
Di Studio Teater Garasi

22 April 2019
Beauty and the Dogs
(Perancis/2017/Drama, Thriller/100 menit/21+)

23 April 2019
Winter Brothers
(Denmark/2017/Drama/94 menit /17+)

24 April 2019
Omnipresent
(Bulgaria/2017/Drama/120 menit/17+)

25 April 2019
A Brief Excursion
(Kroasia/2017/Drama/75 menit/17+)

26 April 2019
Diamantino
(Portugal/2018/Komedi, Fantasi/92 menit/21+)

____

 

Sinopsis Film

22 April 2019
19.00 WIB

Perancis / 2017 / Drama, thriller / 100 menit / 21+

Beauty and the Dogs

Malam yang seharusnya menjadi menyenangkan untuk Mariam berubah menjadi tragedi mengenaskan. Setelah meninggalkan sebuah pesta, ia diperkosa. Untuk dapat diperiksa oleh rumah sakit, Mariam harus mendapatkan pernyataan dari polisi terlebih dahulu. Bagaimana Mariam bisa mendapatkan pernyataan itu, jika polisi yang memperkosanya?

Sutradara: Kaouther Ben Hania
Aktor: Mariam Al Ferjani, Ghanem Zrelli, Noomen Hamda

 

23 April 2019
19.00 WIB

Denmark / 2017 / Drama / 94 menit / 17+

Winter Brothers

Film ini menceritakan kisah dua bersaudara yang bekerja sebagai buruh tambang kapur. Emil, sang adik yang kesepian dan merasa terasingkan, dituduh meracuni rekan kerjanya. Ia semakin merasa dikhianati ketika gadis yang ia inginkan memilih kakaknya dibanding dirinya.

Sutradara: Hlynur Pálmason
Aktor: Elliott Crosset Hove, Simon Sears, Victoria Carmen Sonne

 

24 April 2019
19.00 WIB

Bulgaria / 2017 / Drama / 120 menit / 17+

Omnipresent

Emil, seorang penulis dan pemilik agensi iklan, menjadi terobsesi untuk memata-matai keluarga, teman dan teman kerjanya melalui kamera tersembunyi. Hobi Emil ini berubah menjadi penyalahgunaan kekuasaan, dan ia pun sadar bahwa beberapa rahasia harusnya tidak terungkap.

Sutradara: Ilian Djevelekov
Aktor: Velislav Pavlov, Teodora Duhovnikova, Vesela Babinova

 

25 April 2019
19.00 WIB

Kroasia / 2017 / Drama / 75 menit / 17+

A Brief Excursion

Stola dan teman-teman barunya pergi menuju ke sebuah biara untuk melihat mural abad pertengahan. Perjalanan singkat di musim panas perlahan berubah menjadi perjalanan mencari jati diri dan eksistensialisme para remaja tersebut.

Sutradara: Igor Bezinovic
Aktor: Ante Zlatko Stolica, Mladen Vujcic, Zeljko Beljan

 

26 April 2019
19.00 WIB

Portugal / 2018 / Komedi, Fantasi / 92 menit / 21+

Diamantino

Dalam menit terakhir final Piala Dunia, Diamantino mengakhiri hidup sang ayah dan karirnya sendiri. Ia lalu menemukan tujuan hidup baru pada dunia filantropi dengan mengadopsi seorang pengungsi, yang tanpa sepengetahuannya merupakan seorang agen rahasia.

Sutradara: Gabriel Abrantes, Daniel Schmidt
Aktor: Carloto Cotta, Cleo Tavares, Anabela Moreira

—-

 

KTP (Klub Tonton dan Periksa) adalah klub kepenontonan terbuka yang berbasis pada aktivitas menonton karya layar/gambar bergerak (sinema, video pertunjukan, wayang kulit, dll) dalam kebutuhan untuk melakukan kajian informal namun mendalam.

Rangkaian pemutaran film kali ini merupakan kerja sama dengan Europe on Screen (EoS) 2019.

 

OPEN CALL CABARET CHAIRIL 2019: ‘LUAR/DALAM’

 

OPEN CALL

presentasi karya sedang tumbuh (work-in-progress) untuk seni teater, tari dan atau performance

untuk program

CABARET CHAIRIL 2019: ‘LUAR/DALAM’

 

Teater Garasi/Garasi Performance Institute mengundang seniman teater/tari/performance untuk mempresentasikan karya sedang tumbuh (work-in-progress) dalam program Cabaret Chairil 2019 dengan tema “Luar/Dalam”.

Cabaret Chairil adalah sebuah platform terbuka yang dimulai sejak tahun 2018, dimaksudkan sebagai ruang transit yang menampilkan repertoar pertunjukan eksperimental (sedang tumbuh) lintas medium dan disiplin. Ruang transit ini adalah laboratorium kepenontonan bersama antara penonton dan penampil untuk mengelola ragam pertumbuhan gagasan, karya, dan agenda estetik. Dalam taraf tertentu, Cabaret Chairil menimbang ulang dan mengkaji berbagai konvensi avant-garde seperti dada, futurism, happening dan atau performance art.

WAKTU PENDAFTARAN: April-Mei 2019

WAKTU PRESENTASI: Bulan Mei, Juli, September 2019

KETENTUAN LAMARAN:

  1. Karya sedang tumbuh (work-in-progress) berupa karya pertunjukan teater/tari/performance/inter-disiplin yang sesuai dengan kerangka tema “ Luar/Dalam”
  2. Mengajukan lamaran dengan mengirimkan formulir yang telah diisi

FASILITAS YANG DISEDIAKAN:

  1. Ruang pertunjukan, fasilitas lighting dan sound beserta dukungan teknisi
  2. Bantuan transportasi dan akomodasi bagi seniman/kelompok yang berdomisili di luar Yogyakarta
  3. Forum diskusi paska presentasi bersama dengan penonton
  4. Forum diskusi mendalam bersama Majelis Dramaturgi

NARAHUBUNG:

Lusia Neti

Teater Garasi/Garasi Performance Institute

Jl. Jomegatan No.164B, Nitiprayan, Yogyakarta 55182

Telp : (0274) 415 844 / 0878-3929-8113

Email: garasi@teatergarasi.org

Website: www.teatergarasi.org.

 

Panduan dan formulir lamaran dapat diunduh di http://bit.ly/CabaretChairil2019

 

— Gambar: pertunjukan Con(tra)ceptual Art: Real and Unreal karya Aliansyah Caniago/ Dok. Teater Garasi

#SERIPENTASANTARRAGAM – WYST PERTUNJUKAN HASIL LAB-LOKAKARYA TUKAR GETAR / EXCHANGING VIBRATION

 

#SERIPENTASANTARRAGAM – WYST

PERTUNJUKAN HASIL LAB-LOKAKARYA

TUKAR GETAR / EXCHANGING VIBRATION

27 Maret 2019
19.30 WIB – selesai
di Singkawang Cultural Center

bersama:

Yennu Ariendra (Yogyakarta)
Nursalim Yadi Anugerah (Pontianak)
J “Mo’ong” Santoso Pribadi (Yogyakarta)

Dan peserta laboratorium-lokakarya :

Ade Nugraha / Agung Eka / Anonk / Asamelyantisna Tainse / Ayub Dame D / Dean Lestari / Dwi Risti A/ Elys Sumiyati / Farhan Hafifudin / Flavio Alvaro A/ Julio Joveren J/Rika / Reza Ernanda / Rizky Agus S / Rian A P / Victoriana Marethy / Wandi Murti / Yucca Salsabilla

Penanggap Diskusi: Dedy Ridyansyah

Proses laboratorium-lokakarya TUKAR GETAR/EXCHANGING VIBRATION telah berlangsung sejak tanggal 22 Maret 2019, mengambil tempat di ruang-ruang publik di Kota Singkawang: Taman Burung, depan Vihara Tri Dharma Bumi Raya (Pekong Tengah), dan Taman Gunung Sari, kemudian memasuki lokakarya studio di Singkawang Cultural Center.

TUKAR GETAR/EXCHANGING VIBRATION adalah laboratorium lokakarya bunyi yang mempertemukan seniman dan non-seniman dengan berbagai latar belakang untuk melakukan eksperimentasi atas bunyi, saling bertukar dan mengembangkan sesuatu secara bersama-sama berangkat dari apa yang ada (lingkungan, keadaan, potensi, dan kemungkinan-kemungkinan),I inisiasi bersama antara tiga seniman yang banyak bekerja dengan bebunyian dan musik, yaitu: Yennu Ariendra (Yogyakarta), Nursalim Yadi Anugerah (Pontianak), J “Mo’ong” Santoso Pribadi (Yogya). TUKAR GETAR/EXCHANGING VIBRATION adalah pengembangan dari platform program WYST yg diinisiasi oleh Yennu Ariendra di Teater Garasi/Garasi Performance Institute, Yogyakarta dan bagian rangkaian #SeriPentasAntarRagam dari program AntarRagam yang diiniasi oleh Teater Garasi/Garasi Performance Institute sejak tahun 2017 lalu.

TUKAR GETAR/EXCHANGING VIBRATION terselenggara atas kerjasama Teater Garasi/Garasi Performance Institute bersama dengan Balaan Tumaan Ansamble dan beberapa komunitas di Singkawang: MySingkawang, Musim Menggambar, Kote Singkawang, dan Rumaksi, serta didukung oleh Rendang Balap catering dan Singkawang Cultural Center.